Berita Riau

Terdata 225 Kasus HIV/AIDS di Siak, Urutan Keenam di Provinsi Riau

Kabupaten Siak, sampai Oktober 2019, kasus HIV adalah 120 orang, dan AIDS sebanyak 105 orang. Totalnya mencapai 225 kasus.

Terdata 225 Kasus HIV/AIDS di Siak, Urutan Keenam di Provinsi Riau
internet
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Pelajar SMP dan SMA di Siak memadati lapangan Tuah Serumpun, Sabtu (14/12/2019). Mereka mengikuti puncak peringatan Hari AIDS sedunia (HAS) tingkat Kabupaten Siak, Provinsi Riau di Kecamatan Tualang.

Kegiatan diisi dengan jalan santai, senam bersama dan pemeriksaan kesehatan, serta pembagian dorprize.

Putri, pelajar SMAN 1 Tualang salah seorang pelajar yang menerima pita dan mewakil generasi muda mengatakan, masyarakat, termasuk kaum muda, berhak mendapat informasi seputar masalah HIV/AIDS.

"Kami selaku pemuda bertekad ikut berperan serta dalam penanggulangan HIV/AIDS serta bersikap positif dan mendukung orang yang terinfeksi HIV/AIDS," ujarnya.

Ia bersama kawan-kawannya turut senang dengan kegiatan yang ditaja oleh KPA Kabupaten Siak itu.

Banyak informasi yang bisa dibawa pulang untuk disebarkan pada keluarga maupun masyarakat setelah mengikuti kegiatan itu.

Sebelumnya Bupati Siak Alfedri bersama pelajar dan masyarakat melakukan senam Orang Dengan HIVS/AIDS (ODHA). Setelah senam, dilanjutkan dengan pelepasan balon udara dan goresan tangan Puncak HAS 2019 di medium yang sudah disediakan.

Dalam momentum ini Alfedri menuturkan perlu adanya dukungan dari semua pihak untuk pencegahan HIV/AIDS. Selain itu juga perlu adanya kebersamaan untuk menekan penularan HIV/AIDS.

"Mari kita bersama-sama menekan penularan HIV/AIDS, dan tidak adanya diskriminasi terhadap orang pengidap HIV/AIDS (ODHA)," ajak Alfedri.

Ia menjelaskan untuk Indonesia, kasus HIV dan AIDS mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Di Provinsi Riau, Kabupaten Siak menempati urutan keenam dari 12 kabupaten/kota.

Kabupaten Siak, sampai Oktober 2019, kasus HIV adalah 120 orang, dan AIDS sebanyak 105 orang. Totalnya mencapai 225 kasus.

Kata Alfedri, hampir semua golongan umur dan profesi telah terinfeksi HIV/AIDS. Kasus HIV/AIDS bukan milik orang atau kelompok tertentu saja.

"Virus HIV dapat menular kepada siapapun, tanpa melihat usia, status ekonomi, intelektualitas dan profesinya," sebut dia. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved