Berita Riau

Banjir Rendam 37 Rumah dan 13 Fasum di Dua Kecamatan di Pelalawan Riau,Warga Belum Mengungsi

Wilayah terdampak banjir semakin bertambah, bahkan Jalan Koridor Langgam mulai digenangi air tepatnya di Kilometer 22 dan 23.

Banjir Rendam 37 Rumah dan 13 Fasum di Dua Kecamatan di Pelalawan Riau,Warga Belum Mengungsi
Istimewa
Foto Jalan Koridor Langgam di Kilometer 22 dan 23 Kelurahan Langgam mulai tergenang air akibat luapan sungai Kampar, Senin (16/12/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Banjir yang melanda Kabupaten Pelalawan semakin meluas, Senin (16/12/2019), khususnya di Kecamatan Langgam dan Pangkalan Kerinci.

Wilayah terdampak banjir semakin bertambah, bahkan Jalan Koridor Langgam mulai digenangi air tepatnya di Kilometer 22 dan 23 ke arah jembatan penyeberangan pontoon.

Air melintas dari dari seberang kiri ke parit sebelah kanan dan alirannya cukup deras.

"Ketinggian air antara 10 sampai 25 centimeter yang menyeberangi Jalan Koridor Langgam," terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio.

Dijelaskannya, ketinggian permukaan Sungai Kampar kembali mengalami peningkatan.

Terpantau debit air naik 12 centimeter dari sehari sebelumnya hingga level pada angka 3,41 meter, berdasarkan indikator level air di jembatan pontoon Langgam. Ketinggian air itu sudah berada di atas normal yakni 3 meter.

"Jalan Koridor masih bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Tapi kita imbau warga untuk tetap berhati-hati," ujar Hadi Penandio.

Hadi menambahkan, wilayah yang terdampak banjir yakni Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam, Desa Rantau Baru dan Desa Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci.

"Sampai hari ini sudah 37 rumah yang terendam banjir. Namun berdasarkan laporan belum ada yang mengungsi," terangnya.

Hadi Penandio menerangkan, data terbaru dampak banjir di Pangkalan Kerinci dan Langgam terdata 409 Kepala Keluarga (KK) dengan 2.535 jiwa.

Rumah warga yang terdampak 709 dan 37 yang terendam. Fasilitas umum dan sosial yang terdampak ada 13 bangunan diantaranya musala, sekolah, masjid, poskesdes, posyandu, hingga akses jalan.

Hadi Penandio menuturkan, banjir semakin meluas dan debit air meninggi lantaran luapan Sungai Kampar yang ketinggiannya bertambah setiap hari.

Volume air di Sungai Kampar dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti musim pasang yang saat ini pada puncaknya, ditambah intensitas hujan yang semakin tinggi. Kondisi itu diperparah air kiriman dari pintu PLTA Koto Panjang yang dibuka secara bertahap dalam satu pekan ini.

"Air kiriman dari hulu dan PLTA Koto Panjang sudah mulai terasa sampai ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar. Ke depan mungkin semakin tinggi lagi," tambah Hadi Penandio. (Tribunpekanbaru.com/Johannes tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved