Berita Riau

Arus Banjir di Jalan Koridor Langgam Deras Meski Debit Air Sungai Kampar Riau Tak Ada Peningkatan

Ketinggian air Sungai Kampar di kabupaten Pelalawan mencapai 3,5 meter yang terpantau di atas normal yakni 3 meter.

Arus Banjir di Jalan Koridor Langgam Deras Meski Debit Air Sungai Kampar Riau Tak Ada Peningkatan
istimewa
Jalan Koridor Langgam dari Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau masih terendam banjir hingga dilakukan penutupan tiga hari terakhir. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Arus banjir di Jalan Koridor Langgam Kilometer 15 sampai 18 Kabupaten Pelalawan Riau terpantau cukup deras, Kamis (19/12/2019). Jalan tersebut dititup beberapa hari terakhir.

Sementara debit air Sungai yang diukur berdasarkan indikator permukaan yang ada di jembatan penyeberangan pontoon Langgam masih sama dengan hari sebelumnya, Rabu (18/12/2019). Ketinggian air mencapai 3,5 meter yang terpantau di atas normal yakni 3 meter.

"Data terbaru dari lapangan, debit air tetap stagnan. Artinya banjir kiriman volumenya tidak meningkat dari arah hulu," terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio.

Selain itu, banjir telah terdeteksi di empat kecamatan yang sebelumnya hanya dua kecamatan saja. Diantaranya Kecamatan Langgam, Pangkalan Kerinci, Pangkalan Kuras, dan Pelalawan. Ratusan rumah terdampak dan sebagian sudah terendam air, termasuk fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

Rumah yang terendam mencapai 38 unit, air sudah masuk ke dalam rumah dan tergenang hingga 20 centimeter. Fasum dan fasos yang terdampak banjir sebanyak 28 unit, rumah warga yang terdampak sebanyak 909 unit, warga yang merasakan dampak banjir mencapai 716 Kepala Keluarga (KK) dengan 3.659 jiwa. Namun BPBD memastikan belum ada warga yang mengungsi akibat banjir. Masyarakat membangun panggung di dalam rumah untuk menghindari banjir yang sudah masuk ke dalam.

"Pembukaan pintu air PLTA Koto Panjang telah diperkecil, tentu air yang datang semakin kecil. Mudah-mudahan banjir bisa surut beberapa hari kedepan jika curah hujan tidak tinggi," tandasnya.

Berdasarkan data BPBD, tujuh lokasi yang terdampak banjir diantaranya Kelurahan Langgam dan Dusun Muaro Sako di Kecamatan Langgam ada 108 KK dengan 1.559 jiwa, rumah yang terdampak 609 unit, rumah yang terendam 37 unit. Fasum dan fasos ada 11 unit seperti mushlah, mesjid, sekolah, akses jalan, posyando, anjungan hingga fasilitas perusahaan. Desa Kuala Terusan ada 120 KK dengan 430 jiwa, rumah terdampak 85 unit, fasum da fasos 9 unit seperti Mushalah hingga poskesdes.

Desa Rantau Baru terdampak 216 KK dengan 736 jiwa, rumah ada 15 unit, namun fasos dan fasum belum ada yang tergenang. Desa Kuala Terusan ada 74 KK dengan 280 jiwa yang menghuni 15 rumah terdampak banjir, termasuk akses jalan. Desa Kemang ada 33 KK dengan jumlah jiwa yang masih didata mendiami 24 unit rumah yang terdampak.

Kemudian Kelurahan Pelalawan ada 82 KK dengan 374 jiwa yang mendiami 85 unit rumah terdampak banjir. Satu rumah diantaranya sudah terendam air dan ada empat fasum yang juga dikepung banjir. Terakhis Desa Sering ada 83 KK dengan 280 jiwa menghuni 76 rumah terdampak, termasuk 3 fasum.

"Ini data per tanggal 17 Desember. Kemungkinan akan bertambah lagi. Kita masih menunggu informasi perkembangan dari masing-masing kecamatan dan desa," tandas Hadi Penandio. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved