Berita Riau

Terkesima Indahnya Sultan Muzzafarsyah Road, Jalur Pedestrian Hijau di Kota Siak Riau

Muzarfasyah road dilengkapi dengan sarana edukasi dan sosialisasi antar warga kota yang ikonik dan melambangkan identitas serta karakteristik kota.

Terkesima Indahnya Sultan Muzzafarsyah Road, Jalur Pedestrian Hijau di Kota Siak Riau
istimewa
Suasana Sultan Muzafarsyah Road Siak yang dilengkapi kursi dan lampu-lampu pada malam hari. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Jalur pedestrian di jalanan perkotaan tidak hanya mengakomodasi hak pejalan kaki semata, fungsinya juga dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi.

"Karena itu kita membangun Sultan Muzafarsyah Road di Siak, yang kini sudah dapat dinikmati. Pendestrian ini menjadi pesona baru di kota Siak," kata Kepala Dinas PU Tarukim Siak, Irving Kahar Arifin, Kamis (19/12/2019).

Muzarfasyah road tersebut dilengkapi dengan sarana edukasi dan sosialisasi antar warga kota yang ikonik dan melambangkan identitas serta karakteristik kota.

Muzzafarsyah Road baru selesai direvitalisasi akhir tahun 2019 ini. Infrastruktur kota teranyar Negeri Istana ini diharapkan dapat difungsikan sebagai sarana interaksi ruang ketiga masyarakat dan wisatawan di Siak Sri Indrapura, serta menjadi yang pedestrian ikonik pertama di Provinsi Riau.

Irving Kahar menyebut jalur pedestrian ini dibangun karena terinspirasi dari pedestrian modern seperti Orchad Road Singapura, dan Braga Road Kota Bandung. Ia memadukan tiga ciri dan karakteristik kota Siak Sri Indrapura yang kini telah menyandang status sebagai Kabupaten Hijau (Green Distrct), Kota Pusaka (Heritage City) dan Kota Pintar (Smart City).

"Jalur pedestrian ini menghubungkan antara dua hutan kota Arwinas dan Balai Kayang II. Panjangnya lebih kurang 900 meter dengan lebar 3 meter dijalur kanan dan 1,5 meter di jalur kiri," kata dia.

Jalan tersebut lengkap dengan jalur pemandu bagi penyandang disabilitas, serta dilengkapi 3 pedestrian plaza dengan lebar 5 meter.

Untuk mempertegas karakter sebagai kawasan kabupaten hijau, jalur hijau tersebut juga diperindah oleh Dinas PU Tarukim dengan menanam 200 batang pohon Tabebuya, sejenis pohon sakura tropis berwarna merah jambu.

"Jumlahnya sekitar 200 batang yang kita datangkan dari Surabaya, persis seperti yang di pedestrian di sana. Kalau nanti sudah mekar bunganya indahnya luar biasa. Di sisi paling luar di kiri dan kanan juga ditanami sejenis bambu cyprus,” ungkapnya.

Selain itu, nuansa pedestrian Kota Pusaka dan Kota Pintar juga terlihat di beberapa bentuk sculpture yang dipasang di kawasan yang akan dikembangkan konsep cluster pertokoan modern tersebut. Misalnya berbentuk miniatur pos jaga opas yang berada di Istana Asserayah Hasyimiyah dan kayu bekas revitalisasi situs cagar budaya Tangsi Belanda yang bentuk dan dipajang sedemikian rupa agar terkesan instagramable.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved