Banjir di Riau

Banjir di Riau, Genangan Air di Pelalawan Meluas Meski Debit Air Sungai Kampar Menurun

Banjir di Riau, debit air Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan justru mengalami penurunan tiga hari terakhir dari ketinggian sebelumnya.

Banjir di Riau, Genangan Air di Pelalawan Meluas Meski Debit Air Sungai Kampar Menurun
Istimewa
Warga menggunakan jasa penyeberangan pompong di Kecamatan Langgam akibat banjir, Jumat (20/12/2019) pekan lalu. 

PANGKALAN KERINCI - Banjir di Riau, debit air Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan justru mengalami penurunan tiga hari terakhir dari ketinggian sebelumnya.

Ketinggian permukaan Sungai Terbesar di Pelalawan itu surut 5 centimeter setiap hari berdasarkan indikator level air di jembatan penyeberangan pontoon di Kecamatan Langgan.

Alhasil ketinggian level air tinggal 3,38 meter dari tiga hari yang yang mencapai 3,50 meter. Meski demikian level air tersebut masing tergolong diatas normal yakni 3 meter.

"Hari ini kembali terpantau surut 5 centimeter dari hari sebelumnya pada jam yang sama. Ini menunjukan berkurangnya air kiriman yang sampai ke Pelalawan," terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (22/12/2019).

Hadi Penandio menyebutkan, menurunnya ketinggian permukaan air Sungai Kampar dipengaruhi intensitas hujan yang menurun di hulu sungai.

Ditambah lagi air kiriman dari PLTA Koto Panjang sedikit demiki sedikit berkurang karena penurunan pintu air yang sebelumnya dibuka.

Namun, kata Hadi Penandio, banjir di empat kecamatan seperti Pangkalan Kerinci, Langgam, Pangkalan Kuras, dan Pelalawan malam semakin meluas. Kelurahan Kecinci Barat yang sebelumnya masih aman dari banjir, saat ini sudah mulai tergenang.

Air juga telah menguasai Jalan Akses Langgam Kilometer 15, 16, 17, 18, 19, dan 20. Padahal sebelumnya hanya Kilometer 22 sampai 24 saja.

Hal ini sebabkan oleh kiriman air dari Kampar Kanan yang hulunya berada di Lipat Kain hingga Sumatera Barat. Diperkirakan intensitas hujan di kedua lokasi itu masih tinggi.

Air kiriman yang sudah tiba di Pelalawan mulai mengalir ke lahan kosong dan mengisi rawa-rawa yang sebelumnya kering.

Halaman
123
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved