Tangsi Belanda di Kabupaten Siak, Keindahannya ak Kalah dengan Tempat Wisata Luar Negeri

Tangsi Belanda di tepian Sungai Siak selesai di pugar. Kini tangsi ini menjadi obyek wisata baru di Kabupaten Siak.

Tangsi Belanda di Kabupaten Siak, Keindahannya ak Kalah dengan Tempat Wisata Luar Negeri
istimewa
Tangsi Belanda di tepian Sungai Siak di Kecamatan Mempura, menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Siak setelah selesai direvitalisasi Desember 2019. 

tribunpekanbaru.com - Tangsi Belanda, bangunan masa kolonial yang berada di tepian Sungai Siak, Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, terus dipercantik. Setelah pemugaran rampung pada 2018 lalu, kini Pemkab Siak sudah selesai pula membenahi landscap-nya.

"Muncul istilah Tangsi Belanda Reborn setelah dua proyek 2018 dan 2019 selesai. Banyak anak muda datang menjelang senja, memburu sunset dengan latar bangunan tua ini," kata Kepala Dinas PU Tarukim Siak, Irving Kahar, Minggu (22/12).

Setiap senja, sunset jatuh persis di sebelah waterfront city Tepian Bandar Sungai Jantan (TBSJ) dan Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) Siak. Pemandangan indah ini akan disajikan bagi para peserta Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2020 mendatang di Siak Sri Indrapura. Ribuan peserta nantinya akan diajak ke bangunan kolonial itu.

Irving Kahar menjelaskan, sebelum revitalisasi, bangunan Tangsi Belanda telah dikaji Kementerian PUPR bersama Tim Arkeolog dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) menggunakan teknologi mutakhir untuk mengetahui struktur bangunan.

Kompleks Tangsi Belanda ini dulu berfungsi sebagai zona pertahanan tentara Belanda. Dalam komplek terdapat enam unit bangunan membentuk formasi melingkar, dan ada halaman di bagian dalam. Semua bangunan punya beragam fungsi, seperti sebagai penjara, asrama, kantor, gudang senjata, dan logistik.

Pembangunannya diperkirakan abad ke-18, sezaman dengan masa Kesultanan Siak. Terutama setelah ditandatanginya Traktat Siak pada masa Sultan Siak ke-9, Sultan Asy-Syaidis Syarif Ismail Abdul Jalil Jalaluddin yang memerintah 1827-1864.

Bangunan I di sebelah Timur merupakan bangunan dua lantai berukuran panjang 18 meter dan lebar 9,6 meter. Lantai bawah terdiri dari bangunan sayap utara yang berfungsi sebagai ruang jaga, kantor, dan ruang tahanan.

Pada bangunan sayap Selatan terdapat empat ruangan yang pernah dijadikan kamar mayat dan rumah sakit. Sementara dua bangunan di belakang (bangunan II dan III), merupakan bangunan dua lantai sama bentuk dan berukuran 155x11 meter. Lantai bawah pernah difungsikan sebagai kantor, dan lantai atas asrama tempat tinggal para tentara.

Di ujung selatan halaman dalam terdapat sisa-sisa bangunan (bangunan IV). Di Utara bangunan utama terdapat bangunan bekas gudang senjata (bangunan V) berukuran 6,7x6 meter. Pada ujung Barat halaman, juga terdapat sisa bangunan WC dan kamar mandi berukuran 6 meter persegi yang terdiri dari 3 ruangan.

Yang unik dan khas dari Tangsi Belanda, adalah struktur pondasi bangunan tangsi berbentuk setengah lingkaran dengan peletakan tiga sendi. Pondasi tangsi ini sangat mendekati bangunan kolonial di negara asalnya di Eropa.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved