Berita Riau

Tahap I Perkara Dugaan Korupsi PT PER, Penyidik Kejari Pekanbaru Juga Sita Sejumlah Dokumen Terkait

Jaksa Penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, sudah melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER).

Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Dugaan Tipikor di PT PER 

PEKANBARU - Jaksa Penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, sudah melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER).

"Berkas perkara sudah kita limpahkan ke Jaksa Peniliti atau sudah tahap I. saat ini sedang diteliti," kata Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, Senin (23/12/2019).

Yuriza optimis, berkas perkara bisa segera dinyatakan lengkap atau P21. Sehingga bisa dilakukan proses selanjutnya, yakni tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya disebutkan Yuriza, pihaknya juga sudah memintai keterangan ahli dari BPKP. Yang mana keterangan itu juga disertakan untuk melengkapi berkas perkara.

Selanjutnya, berdasarkan penetapan sita dari Pengadilan, penyidik juga melakukan penyitaan sejumlah dokumen yang terkait dengan kasus dugaan korupsi ini.

Untuk diketahui, dalam perkara dugaan korupsi di PT PER ini, nilai kerugian keuangan negara mencapai Rp1,2 miliar lebih.

Nilai tersebut didapatkan berdasarkan hasil audit yang dilakukan auditor BPKP Perwakilan Provinsi Riau. Untuk itulah, Jaksa Penyidik membutuhkan keterangan auditor yang bersangkutan.

Berkas perkara itu, untuk 3 orang yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka dinilai Jaksa sebagai orang yang bertanggungjawab dalam kasus dugaan korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Riau itu.

Ketiga tersangka diantaranya Irfan Helmi, mantan Pimpinan Desk PMK PT PER.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved