Breaking News:

Jalan Tol Pekanbaru Dumai

Uji Coba Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Pengamat Ekonomi Ungkap Keuntungannya Bagi Riau

Pengamat Ekonomi Riau, Prof. H.B. Insyandi mengungkapkan, tol Pekanbaru-Dumai sudah menjadi impian Riau sejak 2001 silam.

Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Suasana Jalan Tol Pekanbaru-Dumai di Kelurahan Muara Fajar, Kecamatan Rumbai Pesisir, pekanbaru, Selasa (10/12/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

PEKANBARU - Tol Pekanbaru-Dumai resmi beroperasi, Senin (23/12/2019).

Pengoperasian ruas tol pertama di Riau ini hanya untuk Seksi I sepanjang 13,5 kilometer, membentang dari Muara Fajar, Rumbai, Pekanbaru sampai Simpang Perawang, Siak.

Pengoperasian ini untuk masa uji coba sampai 2 Januari 2020 nanti. Pengamat Ekonomi Riau, Prof. H.B. Insyandi mengungkapkan, tol Pekanbaru-Dumai sudah menjadi impian Riau sejak 2001 silam.

"Ini adalah tol pertama di Riau. Bisa menaikkan martabat Riau," ungkap Insyandi. Menurut dia, tol yang nantinya akan dioperasikan seluruhnya dapat memberi sejumlah keuntungan bagi Riau.

"Terutama terhadap biaya produksi. Dalam hal ini, menyangkut transportasi barang," kata Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau ini.

Suasana Jalan Tol Pekanbaru-Dumai di Kelurahan Muara Fajar, Kecamatan Rumbai Pesisir, pekanbaru, Selasa (10/12/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY).
Suasana Jalan Tol Pekanbaru-Dumai di Kelurahan Muara Fajar, Kecamatan Rumbai Pesisir, pekanbaru, Selasa (10/12/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

Menurut Isyandi, biaya produksi untuk transportasi barang sebelumnya 13,5 persen. Maka dengan adanya tol, biaya transportasi bisa turun sekitar 6 persen. Ini dihitung dari berkurangnya jarak dan waktu tempuh.

Waktu tempuh Pekanbaru ke Dumai maupun sebaliknya, dicapai selama 6 sampai 7 jam melalui jalur lintas timur. Jika melalui tol, waktu tempuh bisa menjadi 2 sampai 3 jam.

"Penurunan biaya produksi otomatis akan diikuti harga barang yang bisa dijual lebih murah," kata Isyandi. Harga yang murah akan meningkatkan daya saing hasil produksi dari Riau.

Selain itu, menurunnya jarak dan waktu tempuh juga akan mengurangi tingkat penyusutan kapital. Misalnya, kendaraan semakin awet. Maka biaya perawatan asetpun berkurang.

Isyandi bahkan mengemukakan, tingkat stres masyarakat di perjalanan juga berkurang. Masyarakat yang menggunakan tol akan semakin singkat waktunya terkurung dalam mobil.

Meski begitu, Tol Pekanbaru-Dumai bukan berarti tanpa efek negatif. Ia menyebutkan, harga tanah sekitar tol akan naik. Nilai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga turut naik.

Di samping itu, usaha mikro di jalur lintas yang selama ini beroperasi bisa gulung tikar. Sebab, kendaraan yang biasa singgah di warung-warung sekitar jalan lintas akan beralih ke jalur tol.

Namun, dampak negatif dengan adanya tol tidak sebesar dampak positifnya. Artinya, keuntungan yang akan didapat daerah dari adanya tol lebih besar. (tribunpekanbaru.com/fernando sihombing)

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved