Gerhana Matahari Cincin

Dua Gadis Siak Takjub Lihat Gerhana Matahari Cincin, Pengalaman Tak Terlupakan Sampai Tua

Mereka berdua tak berhenti memandang peristiwa itu dengan kaca mata khusus gerhana, siang itu.

Dua Gadis Siak Takjub Lihat Gerhana Matahari Cincin, Pengalaman Tak Terlupakan Sampai Tua
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Ananda Gading Fitrian (10) paling depan dan Salsabila di belakangnya menyaksikan fase puncak GMC, Kamis (26/12/2019) di lapangan Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau menggunakan kacamata khusus gerhana. 

SIAK - Salsabila Mutiara Kusuma (14) dan Ananda Gading Fitrian (10) tampak takjub saat melihat Gerhana Matahari Cincin (GMC), Kamis (26/12/2019) di lapangan bola kaki, Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Mereka berdua tak berhenti memandang peristiwa itu dengan kaca mata khusus gerhana, siang itu.

"Wow, indahnya, cantiknya, persis seperti cincin," kata Salsabila tanda mempedulikan orang lain yang juga menyaksikan GMC di lapangan itu.

Sesaat fase puncak GMC selesai, Tribunpekanbaru.com pun menyapa kedua dara tersebut. Salsabila blak-blakan kalau iya baru pertama kali menyaksikan gerhana matahari selama hidupnya, itupun dapat fenomena GMC. Begitu pula yang terjadi pada diri gadis cilik Ananda Gading.

"Ini pengalaman yang tak terlupakan sampai saya tua nanti," ujar Salsabila.

Ia merasakan cuaca di kampung Bunsur sangat panas sebelum peristiwa GMC tiba. Sekitar pukul 12.16 WIB tiba-tiba siang yang terik berubah menjadi redup.

"Saat itu ternyata matahari dihalangani oleh bulan, tapi bulan kurang besar untuk menutup badan matahari yang lebih besar. Itu seperti cincin," kata Pelajar SMPN 3 Sabak Auh itu.

Salsabila sengaja mengendarai sepeda motor bersama keluarganya dari Sabak Auh menuju kampung Bunsur. Pukul 10.00 WIB, Salsabila tiba di lapangan pusat pengamatan GMC 2019 yang ditunjuk Lembaga Antariksa dan Peberbangan Nasional (Lapan) tersebut. Ia sudah mengalami susahnya mendapatkan lokasi parkir yang dirasa aman.

"Setelah kami dapat tempat parkir yang kami kira aman kami pergi ke lapangan ini, orang sudah sangat ramai. Ada yang membawa kamera besar-besar, kami tak bawa apa-apa," kata dia.

Saat mengitari lapangan di keramaian itu, Salsabila mendapatkan kaca mata khusus yang dibagikan panitia. Semua keluarganya yang ikut mendapatkan kacamata itu.

Halaman
1234
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved