Ketua TP PKK Riau Hj Misnarni Peduli dan Berkomitmen Kurangi Stunting di Bumi Lancang Kuning

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Riau Hj Misnarni Syamsuar peduli dan menekan angka Stunting

Ketua TP PKK Riau Hj Misnarni Peduli dan Berkomitmen Kurangi Stunting di Bumi Lancang Kuning
FOTO/ISTIMEWA
Ketua TP PKK Provinsi Riau, Wakil Ketua TP PKK Provinsi Riau dan Kadinkes Provinsi Riau berfoto bersama anak-anak Desa Tambang, Kabupaten Kampar. 

Ketua TP PKK Riau Hj Misnarni Peduli dan Berkomitmen Kurangi Stunting di Bumi Lancang Kuning

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Riau Hj Misnarni Syamsuar peduli dan berkomitmen untuk terus menekan angka Stunting di Bumi Lancang Kuning.

Pemprov Riau sendiri telah menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024.

Saat kunjungannya ke Kabupaten Kampar, Jumat (27/12), Ketua TP PKK Provinsi Riau Hj. Misnarni Syamsuar memimpin penandatangan komitmen bersama peduli Stunting.

334 Paket Berisikan kacang hijau, susu, dan biskuit oleh Wakil Ketua TP PKK Riau, HJ Suti Mulyati Edy
334 Paket Berisikan kacang hijau, susu, dan biskuit oleh Wakil Ketua TP PKK Riau, HJ Suti Mulyati Edy (FOTO/ISTIMEWA)

Pada kegiatan masih dalam suasana peringatan Hari Ibu ke-91 tahun 2019 tersebut, Hj. Misnarni juga menyerahkan  334 paket yang berisikan susu, kacang hijau dan biskuit kepada anak-anak di Kecamatan Tambang.

“Pencegahan Stunting pada anak merupakan isu nasional. Stunting dapat dicegah dan dikurangi. Inilah tugas kita semua, termasuk seluruh elemen masyarakat,” ujar Hj. Misnarni dalam sambutannya.

“Sebanyak 334 paket berisikan kacang hijau, susu dan biskuit ini kita serahkan. Semoga ini memberikan manfaat bagi anak-anak sehingga Stunting dapat berkurang,” imbuhnya.

Kunjungan Kerja yang dipusatkan di Puskesmas Tambang, Kecamatan Tambang, itu juga dihadiri Wakil Ketua TP PKK Provinsi Riau Hj. Suti Mulyati Edi, Wakil Ketua TP PKK Kampar Juli Mastuti, Ketua Darma Wanita Persatuan Riau Hj. Fariza Yan Prana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Dra. Hj. Mimi Yuliani Nazir, Apt, MM, dan Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Pemkab Kampar Ir. Nurhasani, MM.

Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada di bawah minus dua standar deviasi panjang atau tinggi anak seumurnya.

Halaman
12
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved