Breaking News:

Musim Kemarau

Musim Kemarau di Riau Diperkirakan Tiba Lebih Awal, Masyarakat Diwanti-wanti Siaga Karhutla

Sukisno mewanti-wanti masyarakat dan satgas baik darat dan udara awal tahun mendatang untuk siaga agar kondisi karhutla menahun tidak lagi terjadi.

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Tim gabungan berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, tidak jauh dari gerbang masuk Camp Flying Squad WWF dan guest house Balai TNTN, Desa Lubuk Kembang Buga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Selasa (13/8/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru musim hujan akan berlangsung hingga Januari 2020.

Namun setelahnya Riau akan kembali dilanda musim kemarau untuk itu, prakiraan perubahan kondisi cuaca ini akan terjadi berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Untuk awal tahun atau tepatnya di awal Januari-Februari hujan mulai menurun. Saat itu merupakan awal musim kemarau 2020," ujar Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sukisno kepada tribunpekanbaru.com.

Untuk itu Sukisno mewanti-wanti kepada masyarakat dan satgas baik darat dan udara pada awal tahun mendatang untuk siaga agar kondisi karhutla menahun di Riau tidak lagi terjadi.

BREAKING NEWS: Pemprov Riau Siapkan 13 Jurus Cegah Karhutla di Musim Kemarau, 2020 Riau Bebas Asap

Senada, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan El Nino diperkirakan bakal netral sehingga tidak ada anomali cuaca sepanjang 2020.

"Diperkirakan tidak akan terjadi El Nino hingga Juli karena tidak ada indikasi fenomena perbedaan suhu air muka laut Samudera Hindia di Barat Daya Sumatera dan Timur Afrika," kata Dwikorita dalam acara Kaleidoskop Bencana 2019 dan Outlook Bencana 2020 yang diadakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Senin (30/2) lalu.

Dwikorita mengatakan musim kemarau pada 2019 memang lebih panjang dibandingkan musim kemarau normal karena ada perbedaan signifikan antara suhu muka air laut Samudera Pasifik di Barat Daya Sumatera dan Timur Afrika yang mengakibatkan pembentukan awan hujan menjadi terbatas.

Menurut Dwikorita, diperkirakan curah hujan akan mulai meningkat mulai Januari hingga Maret. Dan puncak musim penghujan 2020 diperkirakan terjadi pada Februari hingga Maret.

"Namun, itu tidak akan serentak di seluruh Indonesia tetapi terjadi secara bertahap. Februari hingga Maret bahkan Aceh dan Riau akan mengalami musim kemarau," ujar dia.

Sedangkan musim kemarau 2020 diperkirakan akan dimulai pada April hingga Oktober dan tidak serentak terjadi di seluruh Indonesia. Untuk meminimalkan dampak kekeringan pada musim kemarau.

Dwikorita menyarankan agar masyarakat dan pemerintah daerah memaksimalkan kapasitas waduk, embung, dan penyimpanan air lainnya pada puncak musim penghujan yang diperkirakan terjadi pada Februari hingga Maret 2020. (tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved