Pilkada Riau 2020

Sudah Jadi PNS dan Birokrat Pengalaman, Pejabat Pemprov Riau Ini Coba Peruntungan di Pilkada

Selain beberapa bakal calon yang menyatakan diri siapkan modal anggaran puluhan miliar untuk maju di Pilkada

Sudah Jadi PNS dan Birokrat Pengalaman, Pejabat Pemprov Riau Ini Coba Peruntungan di Pilkada
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Pilkada Riau 2020 

Sudah Jadi PNS dan Birokrat Pengalaman, Pejabat Pemprov Riau Ini Coba Peruntungan di Pilkada

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Selain beberapa bakal calon yang menyatakan diri siapkan modal anggaran puluhan miliar untuk maju di Pilkada, namun beberapa bakal calon mengaku maju hanya dengan bermodalkan nekat.

Seperti misalnya birokrat Senior Pemprov Riau Ahmad Syah Harrofie.

Sudah mengabdi menjadi PNS dan Birokrat berpengalaman, ia kini ingin coba peruntungan menjadi kepala daerah melalui Pilkada.

Ia mengaku maju untuk Pilkada Bengkalis tidak punya modal dan biaya uang besar.

"Saya cuma punya modal nekat saja maju di Pilkada,"ujar Ahmad Syah Harrofie yang pernah menjabat sebagai penjabat Bupati Bengkalis itu.

Diakuinya memang butuh biaya nantinya saat akan melakukan sosialisasi di lapangan, termasuk untuk persediaan logistik dan pertemuan lainnya. Hanya saja Ahmad Syah Harrofie yakin banyak sahabat dan rekannya yang akan membantu dia di lapangan.

Apalagi kata dia, maju sebagai bakal calon itu saja karena banyaknya dorongan dari sejumlah pihak di Bengkalis, sehingga ia memutuskan untuk maju.

"Insa Allah kita upayakan (modal). bisa juga nanti sokongan kawan-kawan nantinya,"ujar Ahmad Syah.

Bakal calon lain yang juga maju dengan modal nekat dan karena banyak dorongan adalah Rasmin Damri Lubis, bakal calon wakil Bupati Rokan Hulu. Ia sudah mendaftar ke sejumlah partai dan bertekad maju di Pilkada Rokan hulu.

"Saya maju bukan karena punya modal yang besar, namun banyak dorongan dari masyarakat, semoga niat saya maju ini diberi jalan oleh Allah,"ujar Rasmin yang juga pengurus forum pondok pesantren di Rokan Hulu itu.

Rasmin yang sebelumnya sempat maju di Pileg 2019 itu mengaku punya kans besar dan punya basis suara yang diperhitungkan dalam Pilkada. Sehingga modal itulah yang dibawanya untuk maju bertarung di Pilkada.(tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved