Berita Riau

58 Ribu Hektare Lahan Perkebunan di Riau ILEGAL, Wakil Rakyat di DPRD Riau Minta Diproses Hukum

Seluas 58 ribu hektare lahan perkebunan di Riau ilegal karena berada dalam kawasan hutan, maka wakil rakyat di DPRD Riau meminta hal itu segera

Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
58 Ribu Hektare Lahan Perkebunan di Riau ILEGAL, Wakil Rakyat di DPRD Riau Minta Diproses Secara Hukum 

58 Ribu Hektare Lahan Perkebunan di Riau ILEGAL, Wakil Rakyat di DPRD Riau Minta Diproses Secara Hukum

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Seluas 58 ribu hektare lahan perkebunan di Riau ilegal karena berada dalam kawasan hutan, maka wakil rakyat di DPRD Riau meminta hal itu segera di diproses hukum.

Wakil rakyat di DPRD Riau akan mengawal tim Satgas Penertiban Lahan Perkebunan Ilegal Riau yang sudah berhasil mengungkap 58 ribu lahan ilegal selama lebih kurang dua bulan, apalagi wakil rakyat juga menemukan ada 1,4 juta hektare lahan perkebunan ilegal di Riau karena masuk dalam kawasan hutan.

Wakil Ketua DPRD Riau, Asri Auzar, Jumat (3/1/2020) mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh tim Satgas.

Selama dibentuk, tim ini sudah berhasil mengidentifikasi 58 ribu lahan perkebunan milik perusahaan yang diduga ilegal karena masuk kawasan hutan.

"Kita patut apresiasi, karena mereka bisa mengungkap 58 ribu hektare lahan perkebunan tanpa izin selam lebih kurang dua bulan, tapi ingat, temuan ini masih sebagian kecil saja," kata ketua DPD Partai Demokrat Riau ini.

Asri mengungkapkan, angka 58 ribu tersebut masih kecil jika dibandingkan dengan hasil temuan dari kalangan DPRD Riau.

Wakil rakyat di DPRD Riau menemukan ada 1,4 juta hektare lahan pekerbunan ilegal di Riau.

"Mereka itukan bergerak dengan dasar temuan kita, ada 1,4 juta hektare lahan perkebunan di Riau yang kita duga itu ilegal karena masuk dalam kawasan hutan," ucapnya.

Pihaknya akan mengawal Tim satgas ini agar bisa mengungkap kasus perkebunan lahan ilegal yang lebih besar lagi.

Halaman
1234
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved