Kamis, 28 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Lewat Jalan Tol Palembang-Lampung Hanya 4 Jam, Tapi Ngebut 100 KM/Jam & Rogoh Kocek Dalam-dalam

Keberadaan jalan tol tersebut juga dikeluhkan sejumlah pelaku usaha yang sudah beroperasi di ruas Jalan Lintas Timur lantaran penurunan omzet.

Tayang:
Instagram Hutama Karya
Lewat Jalan Tol Palembang-Lampung Hanya 4 Jam, Tapi Ngebut 100 KM/Jam & Rogoh Kocek Dalam-dalam 

Keberadaan jalan tol tersebut juga dikeluhkan sejumlah pelaku usaha yang sudah beroperasi di ruas Jalan Lintas Timur lantaran penurunan omzet.

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sejumlah pengendara Tol Terbanggi Besar- Pematang Panggang - Kayu Agung (Terpeka), mengaku dilema akibat bakal diberlakukannya tarif masuk tol.

Tarif yang dinilai mahal, membuat pengendara berpikir untuk melintas melewati tol.

Sedangkan jika lewat tol, jarak tempuh relatif singkat hanya sekitar 4 jam perjalanan Palembang lampung.

Penetapan tarif tol sendiri bakal diberlakukan mulai 6 Januari 2020 mendatang.

Sedan civic yang terbakar dalam kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatra, KM 96 Desa Candimas, Natar, Lampung Selatan, Sabtu (19/10/2019) pagi. Empat orang tewas terbakar dalam kecelakaan tersebut. (Foto: Humas Polres Lampung Selatan)
Sedan civic yang terbakar dalam kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatra, KM 96 Desa Candimas, Natar, Lampung Selatan, Sabtu (19/10/2019) pagi. Empat orang tewas terbakar dalam kecelakaan tersebut. (Foto: Humas Polres Lampung Selatan) ((KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA))

Ketetapan itu sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 1194/KPTS/2019 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol.

Tomi, pengendara asal Palembang mengaku keberadaan tol sangat membantu bagi masyarakat yang hendak ke Lampung dari Palembang.

Pasalnya Tomi hanya memerlukan waktu 4 jam untuk tiba ke Lampung. 

Namun, untuk mencapai waktu perjalanan 4 jam di jalan Tol tersebut, ia harus berkendara dengan kecepatan 100KM/Jam.

"Waktu liburan kemarin enak gratis dan cepat sampai ke Lampung dari Palembang. Kalau tarif masuknya segitu mikir-mikir lagi mau lewat jalan tol," ujar Tomi pengendara asal Palembang.

Berbeda dengan Tomi, Rizky pengendara lainnya mengaku tetap akan melewati jalan tol apabila hendak berkendara menuju Lampung.

Meski harus merogoh kocek cukup dalam, namun baginya hal itu bukan masalah. Lantaran akses jalan tol dapat memangkas jarak dan juga tenaga.

"Dengan tarif segitu dan bensin stabil, lebih enak lewat jalan tol. Lewat jalan nasional itu jaraknya jauh, belum lagi resiko capek. Jadi hitungan sama saja enak lewat tol," jelasnya.

Selain tarif, persoalan lainnya mucul pasca difungsikannya tol Palembang Lampung.

Kondisi itu, berdampak terhadap menurunnya omzet para pengusaha di jalan lintas timur.

Mulai dari usaha hotel hingga rumah makan di jalan lintas timur mengaku mengalami penurunan omzet cukup drastis dari biasanya.

Komang Trisma, salah seorang pegawai di hotel ES di Jalintim mengaku sejak adanya tol membuat mereka mulai kehilangan pelanggan dan penurunan omzet dalam beberapa waktu belakang.

Penurunan omzetnya pun tak tanggung-tanggung, penurunan di hotelnya pendapatan mereka menyusut 80-90 persen dari sebelum adanya jalan tol.

"Penurunannya terasa sekali, karena pemudik sudah jarang lewat Jalintim dan lebih memilih jalan tol. Penurunan omzet kami juga cukup drastis," terangnya.

Tarif Masuk Tol Terpeka Mulai 6 Januari:

  • -Kendaraan golongan I Rp170.500
  • - Kendaraan golongan II dan golongan III jenis truk dengan 2 gandar Rp 255.500
  • -Kendaraan golongan IV dan V dikenakan tarif Rp341.000

(*)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved