Ancam Pancang Lahan Perusahaan, Ribuan Warga Rokan Hulu Tuntut Lahan HGU PT SAI

Ribuan warga enam desa di Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu menuntut bagian dari HGU PT Sawit Asahan Indah.

Ancam Pancang Lahan Perusahaan, Ribuan Warga Rokan Hulu Tuntut Lahan HGU PT SAI
tribun pekanbaru
Ribuan warga enam desa di Kecamatan Rambah Samo, Rokan Hulu menggelar unjuk rasa, Senin (6/1/2020). Mereka menuntut hak pengelolaan HGU PT Sawit Asahan Indah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Ribuan warga enam desa di Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu menggelar aksi unjuk rasa, Senin (6/1/2020).

Mereka menuntut hak pengelolaan Hak Guna Usaha (HGU) kepada perusahaan PT Sawit Asahan Indah yang berdomisili di wilayah mereka.

Koordinator aksi Andi Surau Gading menjelaskan, sebelumnya warga juga sudah melakukan pertemuan dengan pihak pemerintah, namun pihak perusahaan tidak bersedia hadir.

"Kami akan melakukan aksi lagi. Kalau tidak ada kejelasan dari pemerintah maka akan kami pancang, 20 Persen dari luas lahan izin HGU PT SAI," ujar Andi.

Masyarakat enam desa yakni Teluk Aur, Lubuk Nilang, Sungai Kuning, Lubuk Napal dan Desa Sungai Salak.

Mereka sepakat akan memancang lahan jika Senin ini belum ada kejelasan mediasi pemerintah dengan perusahaan.

"Ki tidak bisa dibodohi. Dalam UU sudah jelas hak kami masyarakat setempat mendapatkan hak 20 persen dari izin HGU. Tahun ini izin HGU diperpanjang lagi, dan kami harus menerima hak kami," tegas Andi.

Setelah beberapa saat menggelar aksi, warga enam desa di Kecamatan Rambah Samo akhirnya dibawa berunding ke kantor Bupati Rokan Hulu.

Mereka bertemu dengan Bupati Sukiman dan pejabat lainnya yang menjanjikan akan ada penyelesaian masalah antara masyarakat dengan PT SAI.

"Kami batalkan untuk pancang lahan. Karena ada panggilan dari pemkab yang akan memediasi penyelesaian. Pak Bupati sempat hadir sebentar membuka pertemuan itu, sebelum berangkat ke Kunto Darussalam," kata Andi Surau Gading usai pertemuan.

Setelah melalui rapat bersama pemkab, dihasilkan keputusan akan ada solusi bersama yang diputuskan pada hari Rabu (8/1).

"Sementara untuk masalah masyarakat yang ditangkap dua orang karena tersangkut hukum akibat bermasalah dengan PT SAI, belum dilepaskan," lanjut Andi.

Pihaknya juga akan menunggu hingga Rabu, bila tidak ada juga solusi dari Pemkab Rohul maka mereka akan menurunkan aksi dengan jumlah massa lebih banyak lagi. Mereka akan langsung melakukan pemancangan ke lahan perkebunan PT SAI.

Tribunpekanbaru.com masih mengupayakan konfirmasi kepada pihak perusahaan PT SAI dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, namun hingga berita ini diturunkan belum terkonfirmasi. (Tribunpekanbaru.com/Syahrul Ramadhan)

Penulis: Syahrul
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved