Breaking News:

Bersiap Hadapi Kemarau Panjang 2020, Lintas Instansi Gelar Rapat Koordinasi di Polres Inhil

Tahun ini musim kemarau diprediksi akan lebih panjang dan lebih panas. Karena itu, perlu persiapan bersama agar karhutla besar tidak terjadi.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: rinaldi
tribun pekanbaru
Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman bersama Dandim 0314/Inhil Letkol (Inf) Imir Faishal, memimpin rapat persiapan menghadapi musim kemarau di ruang Tribrata Polres Inhil, Senin (6/1). 

tribunpekanbaru.com - Forkompinda Kabupaten Inhil dan pihak terkait, mulai bersiap menghadapi tahun 2020 yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan memiliki musim kemarau lebih panjang dan lebih panas dibandingkan 2019 kemarin.

Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman, Dandim 0314/Inhil Letkol (Inf) Imir Faishal, Kalaksa BPBD Inhil Yuspik SH, Basarnas, serta instansi terkait lainnya, menghadiri Rapat Perkembangan Bencana Alam di Ruang Tribrata Polres Inhil, Senin (6/1).

Para stakeholder ini membahas kesiapsiagaan unsur-unsur terkait dalam penanggulangan bencana, baik bencana alam maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi di Kabupaten Inhil.

Dalam rapat ini, seluruh intansi memberikan masukan tentang langkah-langkah yang akan dilaksanakan bila terjadi berbagai bencana di Kabupaten Inhil.

Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman Siahaan menyampaikan, kerja sama antarintansi terkait sangat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana, baik yang terjadi karena alam maupun akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

“Sebelum terjadi, kita harus mengecek kesiapsiagaan baik personel, materil, atau kebutuhan yang kita perlukan bila ada bencana yang terjadi di kabupaten Inhil,” ujarnya.

Sementara Dandim 0314/Inhil, Letkol (Inf) Imir Faishal, berharap semua intansi mempersiapkan diri, mengingat bencana alam bukan hanya tugas satu intansi saja, melainkan tugas semuanya.

“Tidak ada ego sektoral antarinstansi. Kita saling komunikasi yang baik, agar apabila terjadi kejadian baik kebakaran hutan dan lahan atau bencana alam lainya, kita bisa tanggap,” tegas Dandim.

Menurutnya, Kantor BPBD Inhil akan menjadi posko sebagai pusat informasi bencana yang terjadi di Kabupaten Inhil, dan menyusun kembali organisasi Tim Reaksi Cepat (TRC).

“Jalin terus komunikasi dan koordinasi yang baik di lapangan, agar kita dapat menanggulangi bencana yang terjadi di Kabupaten Inhil,” kata Dandim lagi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, Yuspik, mengimbau kepada masyarakat agar saling menjaga alam. “Jangan membakar lahan untuk dijadikan kebun, sebab akan berdampak kepada banyak orang,” katanya mengingatkan. (odi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved