KISAH KELUARGA MISKIN DI SIAK (1): Baim Terbiasa Makan Nasi dengan Kecap

Keluarga miskin di Siak ini tinggal di rumah berdinding terpal. Mereka juga sering makan tanpa lauk.

KISAH KELUARGA MISKIN DI SIAK (1): Baim Terbiasa Makan Nasi dengan Kecap
tribun pekanbaru
Ibrahim, anak keluarga miskin di Siak makan nasi tanpa lauk di rumahnya, Senin (6/1/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Penderitaan keluarga Amir Chandra (50) dan Asmarani (37) masih belum berakhir. Anak-anaknya masih kerap makan nasi tanpa lauk pauk karena keterbatasan biaya hidup.

Muhammad Ibrahim (9) anaknya kelas 3 SDN Merempan Hilir sudah terbiasa dengan ketiadaan. Baik ketiadaan jajan saat pergi sekolah maupun ketiadaan makanan saat pulang ke rumah.

Baim, begitu panggilan sehari-harinya bercita-cita ingin jadi pemadam kebakaran ini dan tetap ingin bersekolah.

Pada Senin (6/1), kesenangan juga belum menghinggapi keluarga miskin ini. Padahal, di Google Maps, jarak rumah keluarga miskin ini dari Kantor Bupati Siak hanya 700 meter.

Kompleks perkantoran Bupati Siak dengan keluarga miskin ini juga satu dusun, yakni dusun Tanjung Agung, Kelurahan Sungai Mempura, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.

Baim tiba di rumahnya yang berdinding terpal, ia mencari makan ke bagian dapur. Baim hanya menemukan basi putih yang sudah dingin di dalam periuk.

Ia juga membuka tudung saji dan mangkok yang berada di dapur. Ia tidak menemukan lauk pauk. Persediaan juga tidak ada. Hanya tersisa setengah botol kecap manis di dapur.

Dia mengambil nasi putih itu secukupnya lalu dicampurnya dengan kecap tersebut. Baim tampak lahap menikmati makan siangnya Senin, pekan pertama awal tahun 2020.

"Alhamdulillah, enak kok. Tadi sudah lapar sekali," kata Baim dengan mimik wajah polos.

Baim menghabiskan makanannya dalam beberapa menit. Kemudian mencuci tangan lalu cendawa.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved