Jumat, 15 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

WIHHH PEDASSS. Harga Cabai Meroket di Pekanbaru

Harga cabai di pasaran Kota Pekanbaru makin pedas pada awal tahun 2020 ini. Harga cabai mengalami kenaikan harga berkisar Rp 3000 per kilogram

Tayang:
Penulis: Fernando | Editor: Hendra Efivanias
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Seorang pedagang sedang menyusun cabai merah di pasar Agus Salim, Senin (6/1/2019). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

WIHHH PEDASSS. Harga Cabai Meroket di Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU  - Harga cabai di pasaran Kota Pekanbaru makin pedas pada awal tahun 2020 ini.

Harga cabai mengalami kenaikan harga berkisar Rp3.000 per kilogram hingga Rp 11.000 per kilogram dari pekan lalu.

Harga cabai rawit meroket dibanding pekan lalu. Harga cabai rawit pekan lalu Rp 43.000 per kilogram.

Sedangkan awal pekan ini harga naik menjadi Rp 54.000 per kilogram.

Harga cabai merah asal Medan naik Rp 10.000 per kilogram dibanding pekan lalu.

Cabai merah asal Medan pada minggu lalu hanya Rp 35.000 per kilogram.

Sedangkan pekan ini harganya naik drastis menjadi Rp 45.000 per kilogram.

Harga bahan pangan lainnya yang mengalami kenaikan adalah bawang merah.

Harga bawang merah saat ini Rp 35.000 per kilogram.

Tol Pekanbaru-Padang. Material Beton Sudah Mulai Diangkut ke Lokasi

Ada kenaikan berkisar Rp 4.000 per kilogram dibanding pekan lalu.

Cabai merah Bukittinggi juga naik sekitar Rp 5.000 per kilogram.

Saat ini harga cabai merah asal Bukitinggi menyentuh harga Rp 50.000 per kilogram.

Sejumlah bahan pangan lainnya juga mengalami kenaikan.

Ada di antaranya kacang tanah, kacang hijau, kentang dan tomat.

Pelantikan Pejabat Pemprov Dijadwalkan Besok. Gubri: Tunggu Undangannya Dulu

Sayur kol juga mengalami kenaikan harga.

"Harga daging sapi dan daging ayam masih stabil. Mayoritas bahan pangan masih stabil," terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DPP) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut kepada Tribun, Senin (6/1/2020).

Menurutnya, kenaikan harga cabai pada awal tahun ini lantaran produksi menurun di daerah penghasil.

Sedangkan permintaan masih tinggi di awal tahun.

"Permintaan masih tinggi pada awal tahun, sedangkan produksi cabai di daerah penghasil menurun. Makanya harga naik," terangnya.

Ingot menyebut bahwa distributor menaikkan harga ketika harga di sentra produksi juga naik.

Kondisi ini diprediksi masih terjadi saat produksi di daerah penghasil belum stabil.

DPP memprediksi harga komoditi cabai masih tinggi.

Kondisi ini kerap terjadi sebelum memasuki musim panen cabai di sentra penghasil.

"Kita prediksi masih akan naik. Biasanya jelang musim panen harga cabai masih naik," jelas Ingot.

Menurutnya, kondisi harga cabai di Kita Pekanbaru sangat bergantung dengan kondisi di daerah penghasil.

Harga tak naik ketika hasil panen di daerah penghasil mengalami penurunan.

Produksi di daerah penghasil tidak dapat mencukup kebutuhan pasar.

Apalagi di sentra penghasil belum masuk masa panen, sehingga produksinya terbatas.

"Produksinya menurun, pasokan tentu menurun. Tapi permintaan sama," paparnya.

Kenaikan harga komoditi pangan ini seharusnya menjadi perhatian bersama.

Apalagi saat ini Pemerintah Kota Pekanbaru sedang merancang BUMD di bidang pangan.

Keberadaan BUMD ini nantinya diharapkan bisa ikut mengawal stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.

Nantinya BUMD bisa memasok beberapa bahan pahan pokok.

"Ketika produksi menurun di sentra penghasil, maka pasokan di BUMD. Nantinya diharapkan ada stabilitas harga," harapnya. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved