Breaking News:

Story

Kepala Jaya Putra Robek Bocor Dapat Jahitan, Suka Duka Wasit Idola Tarkam di Rohul Riau

Pengalaman pahit Jaya saat memimpin pertandingan tarkam, pernah dipukuli pemain dan suporter.Jaya mendapat jahitan di kepalanya yang robek.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Jaya foto bersama Bupati Rohul H Sukiman usai memimpin pertandingan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Nama Jaya Putra (30) tidak asing lagi bagi pecinta sepakbola antar kampung (tarkam) di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Bahkan Jaya Putra menjadi wasit idola banyak masyarakat di kabupaten berjuluk Negeri Seribu Suluk itu.

Sehingga setiap ada turnamen, Jaya Putra selalu dinanti panitia pertandingan dan penonton.

Selain memiliki pengetahuan dan sertifikat wasit C1 Nasional, komunikasi Jaya Putra dengan insan persepakbolaan di Rokan Hulu juga cukup bagus.

Apalagi ia selalu membantu panitia pertandingan promosi melalui media sosial pribadinya yang cukup banyak pengikutnya di Rokan Hulu.

Biasanya sehari sebelum pertandingan, Jaya akan mengunggah di akun Facebook miliknya, yang intinya mengajak masyarakat untuk berduyun-duyun hadir menyaksikan pertandingan tarkam namun terasa seperti liga itu. Sehingga panitia pertandingan juga biasanya merasa terbantu dengan itu.

"Saya senang dan menikmati, makanya kalau ada turnamen tarkam, saya paling heboh di Media sosial,"ujar Jaya Putra.

Sule dan Lina Berbincang Lama Saat Sang Mantan Ulang Tahun,Ucap Selamat Kehamilan dengan Suami Baru

Molor Hampir Dua Jam, Wagubri Tiba di Lokasi Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau

Kami Tak Keluar Duit lagi bayar Pompong, Warga Senang Jalan Koridor dan Pontoon Langgam Riau Aktif

Bahkan saat ini, ketika memimpin pertandingan tarkam, sudah mulai ada sejumlah orang yang mengaku mengidolakannya. Karena masyarakat memantau melalui media sosial.

"Ada juga yang ngajak minta foto di lapangan,"ujar Jaya.

Namun yang jelas, menjadi seorang pengadil lapangan hijau memang bukan tugas yang mudah, apalagi di Indonesia. Harus punya mental dan kemampuan serta wawasan yang cukup tentang aturan persepakbolaan.

Apalagi menjadi seorang wasit tarkam, tantangannya sangat berat, bahkan kadang nyawa jadi taruhan saat memimpin pertandingan turnamen sepakbola antar kampung tersebut.

Ini disebabkan selain antusiasme masyarakat terhadap sepakbola, juga masih adanya pola pikir masyarakat yang belum bersikap dewasa, tidak bisa terima kekalahan.

"Kalau memimpin pertandingan antar kampung itu harus kuat mental dan harus kuat fisik. Kadang terjadi bentrok di lapangan kami jadi sasaran, "ujar Jaya Putra bercerita.

Pengalaman pahit Jaya sendiri memimpin pertandingan tarkam pernah dipukuli pemain dan suporter yang tidak terima timnya kalah. Saat itu Jaya harus mendapatkan perawatan karena mengalami luka robek di bagian kepala.

"Kalau dipukul dikejar di lapangan itu sudah sering, sampai dibawa ke rumah sakit dapat jahitan. Cuma itu bukan jadi hambatan bagi saya, karena saya cinta dengan pekerjaan ini,"ujar lulusan Penjaskes Universitas Islam Riau (UIR) ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved