Breaking News:

Story

Kepala Jaya Putra Robek Bocor Dapat Jahitan, Suka Duka Wasit Idola Tarkam di Rohul Riau

Pengalaman pahit Jaya saat memimpin pertandingan tarkam, pernah dipukuli pemain dan suporter.Jaya mendapat jahitan di kepalanya yang robek.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Jaya foto bersama Bupati Rohul H Sukiman usai memimpin pertandingan beberapa waktu lalu. 

Ini disebabkan selain antusiasme masyarakat terhadap sepakbola, juga masih adanya pola pikir masyarakat yang belum bersikap dewasa, tidak bisa terima kekalahan.

"Kalau memimpin pertandingan antar kampung itu harus kuat mental dan harus kuat fisik. Kadang terjadi bentrok di lapangan kami jadi sasaran, "ujar Jaya Putra bercerita.

Pengalaman pahit Jaya sendiri memimpin pertandingan tarkam pernah dipukuli pemain dan suporter yang tidak terima timnya kalah. Saat itu Jaya harus mendapatkan perawatan karena mengalami luka robek di bagian kepala.

"Kalau dipukul dikejar di lapangan itu sudah sering, sampai dibawa ke rumah sakit dapat jahitan. Cuma itu bukan jadi hambatan bagi saya, karena saya cinta dengan pekerjaan ini,"ujar lulusan Penjaskes Universitas Islam Riau (UIR) ini.

Jaya menuturkan, meskipun saat ini masih menjadi wasit ditingkat turnamen antar kampung, namun ia sudah seperti memimpin wasit Liga, karena atmosfer sepakbola di kampung luar biasa.

"Saya sudah tekatkan, memimpin tarkam adalah awal saya dan saya bermimpi bisa memimpin pertandingan nasional, "ujar Jaya.

Untuk di Provinsi Riau sendiri, memang Jaya Putra sudah memiliki cukup pengalaman, karena dalam karier nya sudah pernah memimpin pertandingan di Piala Suratin, Liga Nusantara, Liga 3 dan Piala Menpora.

"Apapun pelatihan terkait wasit saya selalu kejar, karena mimpi saya bisa memimpin laga internasional, "jelas Jaya yang juga sebagai pengajar di SMK 1 Bangun Purba Rohul ini.

Untuk penghasilan menjadi seorang wasit, Jaya mengaku apa yang didapatnya selama ini dari gaji memimpin pertandingan di kampung bisa membiayai kebutuhan hidup keluarganya.

"Apalagi musim banyak turnamen di kampung, setiap pertandingan biasanya dikasih Rp100 sampai Rp150 ribu, cukuplah untuk kebutuhan hidup,"jelas Jaya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved