Berita Riau

Dua Desa di Pelalawan Riau Masih Tergenang Banjir, Posko Kesehatan Tetap Aktif Layani Korban Banjir

Masih ada dua desa yang terdampak banjir hingga Kamis (9/1/2020) di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Dua Desa di Pelalawan Riau Masih Tergenang Banjir, Posko Kesehatan Tetap Aktif Layani Korban Banjir
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
Banjir di Riau Masih Genangi Dua Desa di Pelalawan, BPBD Kirim Tim ke Lokasi, Transportasi Terganggu 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Meski genangan air akibat banjir mulai mengering di wilayah Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, masih ada dua desa yang terdampak banjir hingga Kamis (9/1/2020).

Ada dua desa yang masih terkena dampak banjir yakni Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci dan Desa Sering Kecamatan Pelalawan. Sedangkan empat desa dan empat kelurahan yang sebelumnya tergenang sudah kering.

"Untuk Desa Rantau Baru tinggal akses jalannya saja yang terendam kemarin. Memang daerahnya sangat rendah hingga mudah tergenang air. Hari ini akan dicek lagi ke sana," terang
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio.

Kemudian di Desa Sering beberapa rumah masih terdampak banjir, dimana air masih mengepung areal permungkiman warga meskipun tidak sampai masuk ke dalam rumah.

Hadi Penandio menyebutkan, status siaga darurat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Pelalawan masih berlaku hingga 31 Januari 2020.

Status itu diperpanjang satu bulan sejak tanggal 31 Desember lalu berakhir penetapan status tahap pertama. Dengan demikian seluruh posko kesehatan masih tetap diaktifkan melayani masyarakat yang hendak berobat.

"Termasuk distribusi bantuan pascabanjir melalui Dinas Sosial juga masih bisa selama status siaga kita belum berakhir," ujarnya.

Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan masih mengaktifkan posko kesehatan di kecamatan dan desa yang masih terdampak genangan air maupun yang telah surut. Tim medis tetap memantau perkembangan kesehatan warga pascabanjir.

"Di lokasi yang banjirnya surut memang tidak ada lagi posko, tapi puskesmas tetap aktif. Selama status siaga darurat masih berlaku," terang Kepala Diskes Pelalawan, Asril M Kes.

Pihaknya memerintahkan setiap bidan desa proaktif mendatangi warga untuk memantau perkembangan kesehatannya.

"Sejauh ini gangguan kesehatan akibat banji belum mencolok seperti diare, gatal-gatal, dan penyakit kulit. Paling yang ditemukan demam, flu, dan batuk saja," ujar Asril.

Demikian halnya dengan Dinsos yang masih menyalurkan bantuan pascabanjir kepada warga. Kebutuhan warga yang telah didata didistribusikan bersama perangkat desa seperti sembako, peralatan dapur, peralatan tidur, dan kebutuhan lainnya.

"Bantuan dari pemda maupun dari pihak ketiga yang melalui kita tetap didistribusikan," tukasnya. (Tribunpekanbaru.com/johannes wowor tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved