Pekanbaru

Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Berujung Kematian Remaja Pekanbaru, Terungkap Tersangka Pernah Kalah

Petugas dari Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Raya, menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang berujung kematian.

Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Berujung Kematian Remaja Pekanbaru, Terungkap Tersangka Pernah Kalah
Polsek Bukit Raya
Petugas dari Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Raya, Kamis (9/1/2020), menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang berujung kematian. 

Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Remaja di Warnet Pekanbaru yang Berujung Kematian, Tersangka Pernah Kalah

PEKANBARU - Petugas dari Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Raya, Kamis (9/1/2020), menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang berujung kematian.

Baik tersangka maupun korban, masih berusia remaja. Kasus ini terjadi di depan salah satu warnet di Jalan Kaharuddin Nasution, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, pada Rabu (1/1/2020), sekitar pukul 03.00 WIB.

Korban bernama Rendi (17) meninggal dunia usai menjadi korban penganiayaan.

Siswa salah satu SMK di Pekanbaru ini, sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit. Namun berselang 2 hari dirawat, dia pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Iptu Aspikar menyampaikan, dalam rekonstruksi yang dilakukan di lokasi kejadian, setidaknya ada sekitar 19 adegan yang ditampilkan.

"Semua kita libatkan dalam adegan ini, baik tersangka sendiri, korban dari peran pengganti dan juga para saksi," katanya.

Lanjut Aspikar, adapun tujuan dari rekonstruksi ini, yakni untuk mencocokan keterangan yang dihimpun penyidik dengan fakta di lapangan.

Intinya dipaparkan Aspikar, dari hasil rekonstruksi tadi, semuanya cocok dengan keterangan baik tersangka, maupun para saksi.

"Puncaknya itu ada di adegan 13, dimana tersangka langsung memukul korban dengan kayu penyangga kursi yang ada di lokasi," sebut Kanit Reskrim.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved