Karhutla di Riau

Karhutla di Riau, 20 Hektare Lebih Lahan Terbakar di Dumai dalam 10 Hari

Sejak awal 2020 hingga saat ini tim Karlahut dari Polri, TNI, BPBD, kecamatan, kelurahan dan lainnya berjibaku memadamkan Karhutla di Dumai Riau.

Karhutla di Riau, 20 Hektare Lebih Lahan Terbakar di Dumai dalam 10 Hari
tribun pekanbaru
FOTO ILUSTRASI - Anggota tim gabungan Satgas Karhutla Kota Dumai melakukan pendinginan di lahan yang terbakar di Kelurahan Teluk Makmur, Kota Dumai. 

DUMAI - Sejak Awal tahun 2020 atau tepatnya 1 Januari 2020, Hot Spot dan titik api sudah terjadi di Kota Dumai, tepatnya di Kecamatan Sungai Sembilan, pihak Polres, TNI, BPBD dan tim gabung lainnya berjibaku memadapkan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Kota Dumai.

Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudisthira, S.I.K, M.H, mengaku, sejak awal tahun 2020 hingga saat ini tim Karlahut dari Polri, TNI, BPBD, kecamatan, kelurahan dan lainnya berjibaku memadamkan Karlahut, dan saat ini titik api sudah berhasil dipadamkan, dan dilakukan pendinginan.

Ia menambahkan, mulai dari Awal tahun 2020 hingga saat ini luasan lahan yang terbakar kurang lebih ada sekitar 20 hektare, dengan lokasi yang paling luas berada di kecamatan Sungai Sembilan.

"Alhamdulillah saat ini anggota masih di lapangan bersama tim lainnya melakukan pendinginan sisa-sisa kebakaran, karena sisa sisa kebakaran yang masih menjadi hot spot bisa saja menjadi titik api," katanya, Jumat (10/1/2020), di Kota Dumai.

‎Untuk itu, tambahnya, saat ini pendingin masih dilakukan, guna memastikan lahan yang terbakar tidak meluas ke area yang lain.

AKBP Andri mengaku, permasalahan dilapangan yang dijumpai tim penanganan Karlahut, yakni jauhnya sumber Air dari ‎Sumber Api, sehingga anggota di lapangan kesulitan dalam memadamkan sumber Api di lahan yang terbakar.

"Kita juga sudah meminta bantuan alat berat untuk membuat kanal sebagai ‎sumber air dalam memudahkan pemadaman, dan kita juga dibantu oleh perusahaan sekitar untuk melakukan pemadaman, " terangnya.

Bukan hanya itu, tambahnya, kendala lain yang ditemukan adalah, keterbatasan selang air untuk mencapai sumber Api.

Meskipun begitu kendala itu sudah dapat terselesaikan dengan bantuan tambahan selang air dari perusahaan sekitar, sehingga selang air bisa mencapai sumber api.

‎"Semua element bekerjasama dalam memadamkan karlahut di Dumai, Mulai dari TNI, Polri, BPBD dan camat, lurah, dan masyarakat," terangnya.

Saat ditanya kondisi anggota dilapangan, AKBP Andri mengaku, hingga saat ini kondisi anggota dalam keadaan sehat dan tidak ada yang sakit, meskipun begitu, ia terus mengimbau agar anggota tetap menjaga kesehatan, jika letih segera istirahat.

"Kita sudah turun ke TKP, selama 10 hari kami berjibaku memadamkan api dan dan melakukan pendinginan di kawasan karlahut Sungai Sembilan, bahan sampai tengah malam, tapi alhamdullialah anggota sehat tidak ada yang sakit," terangnya.

Pada kesempatan tersebut, AKBP Andri menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar dalam membuka lahan perkebunan atau lainnya.

"Mari bersama-sama kita mencegah terjadinya karlahut di dumai, dengan begitu Dumai bisa bebas karlahut," pungkasnya. (tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved