Berita Riau

MIRIS! 16 Ribu Balita di Riau Kekurangan Gizi Kronis, 451 Ribu Balita Belum Sempat Dicek

Jadi, baru 24,8 persen yang baru diukur, baru seperempatnya. Hasilnya didapati ada sebanyak 16.275 balita yang mengalami stunting karena tinggi badan

MIRIS! 16 Ribu Balita di Riau Kekurangan Gizi Kronis, 451 Ribu Balita Belum Sempat Dicek
istimewa
MIRIS! 16 Ribu Balita di Riau Kekurangan Gizi Kronis, 451 Ribu Balita Belum Sempat Dicek. Balita penderita gizi buruk bernama Fikri dirawat di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Selasa (19/11/2019). 

MIRIS! 16 Ribu Balita di Riau Kekurangan Gizi Kronis, 451 Ribu Balita Belum Sempat Dicek

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jumlah bayi yang menderita stanting atau kurang gizi kronis di Riau tinggi, setidaknya 16 ribu balita di Riau kekurangan gizi kronis dan sebanyak 451 ribu Balita belum sempat dicek.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, tahun 2019 lalu, jumlah balita yang menderita stunting di Riau mencapai 16.275 balita dari total 601.000 bayi yang ada di Riau.

Namun dari 601 ribu bayi yang ada di Riau ternyata belum seluruhnya tuntas dilakukan pengecekan kecukupan gizinya oleh dinas kesehatan.

Dari total 601 ribu bayi yang ada di Riau baru sebanyak 149.280 balita yang sudah dilakukan pengukuran berdasarkan ukuran Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPP GBM).

Artinya masih ada 451.720 balita yang belum sempat dicek gizinya oleh Diskes Riau.

"Jadi, baru 24,8 persen yang baru diukur, baru seperempatnya. Hasilnya didapati ada sebanyak 16.275 balita yang mengalami stunting karena tinggi badannya tidak sesuai usia atau 10,9 persen," kata Mimi di Pekanbaru, Jumat (10/1/2020).

Mimi mengakui, angka tersebut masih terbilang cukup tinggi, untuk itu pihaknya mengajak masyarakat Riau untuk lebih memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi oleh keluarga mereka, khususnya ibu hamil dan bayi.

Sebab tunting terjadi diakibatkan pola makan yang tidak sehat dan tidak teratur sehingga kekurangan gizi.

"Selain pola makan yang sehat dan teratur kami juga menganjurkan agar ibu hamil juga mengkonsumsi tablet tambah darah, sehingga saat bayi masih berada didalam kandungan bisa tercukupi asupan gizinya," kata Mimi.

Mimi mengungkapkan, hingga tahun 2020 ini, baru ada lima kabupaten yang menjadi lokus penanganan intervensi stunting di Riau.

Diantaranya Rokan Hulu, Kampar, Meranti dan Rokan Hilir.

"Target kita di tahun 2021 semua kabupaten kota di Riau bisa kita masukkan kedalam lokus penanganan intervensi stunting di Riau," ucap Mimi.

Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono - MIRIS! 16 Ribu Balita di Riau Kekurangan Gizi Kronis, 451 Ribu Balita Belum Sempat Dicek

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved