STORY

STORY - KISAH Pria Asal Riau, Lestarikan Gambus Melayu, Pengrajin Alat Musik, Bawa Gambus ke Sekolah

Sebenarnya alat musik gambus ini dalam keadaan terancam, karena keberadaannya mulai menurun di wilayah riau, pertama karena pengrajin kurang dari Riau

STORY - KISAH Pria Asal Riau, Lestarikan Gambus Melayu, Pengrajin Alat Musik, Bawa Gambus ke Sekolah
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
STORY - KISAH Pria Asal Riau, Lestarikan Gambus Melayu, Pengrajin Alat Musik, Bawa Gambus ke Sekolah 

STORY - KISAH Pria Asal Riau, Lestarikan Gambus Melayu, Pengrajin Alat Musik, Bawa Gambus ke Sekolah

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kurangnya minat memainkan alat musik tradisional melayu khususnya alat musik petik Gambus Melayu dikalangan anak muda menjadi kekhawatiran bagi pengrajin alat musik asal Riau, Robithah Irawan (30).

Pria Pemilik Balai Musik Riau (BMR) di Jalan Kartama Pekanbaru ini merasa regenerasi pemain serta pengrajin gambus kurang berkembang seiring derasnya alat musik modern dan genre musik baru yang merambah dunia muda-mudi.

“Sebenarnya alat musik gambus ini dalam keadaan terancam, karena keberadaannya mulai menurun di wilayah riau, pertama karena pengrajin kurang dari Riau, senimannya berkurang, dan yang mengenal gambus pun berkurang,” kata pria yang akrab disapa Robie saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com pada Jumat (10/1/2020)

Maka, menurut dia perlu ada gebrakan yang besar untuk melestarikan lagi budaya Gambus Melayu

“Satu yang bisa kami lakukan adalah membuat gambus ini bisa lebih baik atau layak diterima oleh masyarakat dan layak untuk dimainkan. Target utamanya merupakan generasi muda, mereka diharapkan bisa belajar karena tertarik melihat gambus ini. Gambus bisa disejajarkan dengan alat musik lain sehingga pemuda tidak malu menggunakan alat musik melayu ini,” kata Robie.

Dijelasnya, ia coba perbaiki dan pelajari apa yang anak muda sukai.

Seperti leher gambusnya ditipiskan, badan gambus yang gemuk dirampingkan termasuk memasukkan alat-alat elektronik sehingga mengikuti perkembangan zaman, namun tetap tidak mengurangi kualitas suara ciri khas Gambus Melayu tersebut.

“Semakin banyak alat musik melayu ini di masyarakat maka akan bermunculanlah orang yang bisa memainkan, semakin banyak yang bisa memainkannya barulah bisa lestari budayanya,” ujar Robie.

Sejak setahun terakhir, ia bersama seniman musik melayu lainnya mulai memperkenalkan alat musik gambus ke sekolah-sekolah, rencananya pada tahun ini kegiatan tersebut akan ditingkatkan.

Halaman
123
Penulis: TheoRizky
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved