Waspada Karhutla di Riau

Pemprov Keluarkan Kebijakan Strategis untuk Tanggulangi Karhutla di Riau, Akan Ada Peran Mahasiswa

Sejauh ini Pemprov Riau sudah mengeluarkan kebijakan strategis untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Riau. Diantaranya..

Pemprov Keluarkan Kebijakan Strategis untuk Tanggulangi Karhutla di Riau, Akan Ada Peran Mahasiswa
Istimewa
FOTO ILUSTRASI - Pemadaman kebakaran hutan dan lahan, Personil Polsek Bantan tengah melakukan pendinginan di lahan terbakar Kembung Luar. 

PEKANBARU - Gubri Syamsuar, Minggu (12/1/2020), mengatakan Pemprov Riau telah melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder sampai ke desa.

Sehingga dapat bersama-sama menjaga hutan dan lahan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Langkah ini diambil menyusul musim kemarau ekstrim akan tiba dalam waktu dekat.

Sejauh ini Pemprov Riau sudah mengeluarkan kebijakan strategis untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Diantaranya dengan melakukan pemetaan kembali daerah rawan bencana.

BREAKING NEWS: Gubernur Syamsuar Buat Kesepakatan dengan Perusahaan, Antisipasi Karhutla di Riau

Kemudian menginventarisir kembali terhadap izin perusahaan perkebunan dan pengusahaan yang beroperasi di wilayah Provinsi Riau.

Kemudian perlibatan perusahaan dalam patroli bersama yang dapat dimonitoring langsung oleh satgas karhutla provinsi Riau.

Selanjutnya penyediaan alat pertanian di 99 kecamatan yang rawan karhutla dan penyediaan tanaman yang ramah terhadap lingkungan.

Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan sebagai zona penyangga sehingga menciptakan eko wisata terutama di kawasan taman nasional hutan lindung dan hutan konservasi.

Pelibatan dunia pendidikan terhadap dosen dan tenaga pengajar lainnya serta mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata dalam mensosialisasikan bahaya Karhutla akibat membuka lahan cara membakar.

Pemprov Keluarkan Kebijakan Strategis untuk Tanggulangi Karhutla di Riau, Akan Ada Peran Mahasiswa

Menanam tanaman-tanaman yang ramah lingkungan di lahan gambut.

Menerapkan sistem informasi/aplikasi peringatan dini dalam mengetahui lokasi titik hotspot di lapanfam, pembuatan embung dan sekat kanal pada lokasi-lokasi lahan gambut

"Penetapan status siaga darurat jika sudah ada informasi awal dari BMKG mengenai masuknya musim kemarau, Pembentukan tim terpadu penertiban kebun sawit ilegal, penegakan hukum. Sinergitas antara pemprov/kabupaten/kota bersama pemerintah pusat, perguruan tinggi dengan semua pihak," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono).

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved