Pelalawan

Penuhi Petunjuk Jaksa, Polres Pelalawan Riau Kembali Kirim Berkas Korupsi Lurah Kerinci Timur

Lurah Kerinci Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci itu tersandung kasus gratifikasi dan penalahgunaan jabatan.

Istimewa
Tersangka kasus korupsi pengurusan SKGR M Yunus (pakai kopiah putih) saat pimpahan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan dalam proses tahap ll beberapa waktu lalu. Mantan Kepala Desa Sering Kecamatan Pelalawan itu divonia 13 bukan penjara. 

PANGKALAN KERINCI - Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan Riau kembali melimpahkan berkas dugaan korupsi yang melibatkan Lurah Kerinci Timur, Edy Arifin, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Rabu (8/1/2019) pekan lalu.

Lurah Kerinci Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci itu tersandung kasus gratifikasi dan penalahgunaan jabatan saat menjabat Kasi Pemerintah Kecamatan Pelalawan.

Edy Arifin diduga melakukan tindak pidana korupsi itu bersama mantan Kepala Desa Sering M Yunus dalam pengurusan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) tanah milik masyarakat.

"Berkas perkara atas nama tersangka Edy Arifin kembali kita limpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk kemudian diteliti kembali," kata Kapolres Pelalawan, AKBP M Hasym Risahondua SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian SIK, kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (11/1/2020).

Kasat Teddy menjelaskan, berkas perkara atas nama Edy Arifin telah dilimpahkan atau P19 pada Desember lalu.

Setelah dipelajari JPU Kejari Pelalawan, berkas kasus rasuah itu dikembalikan jaksa dengan memberikan beberapa petunjuk untuk dilengkapi penyidik.Setelah permintaan JPU dipenuhi dan dilengkapi penyidik, berkas tersebut kemudian dikirim kembali ke jaksa.

Jika kemudian JPU kemudian menyatakan berkasnya lengkap atau P21, pihaknya siap melakukan pelimpahan tahap ll dengan menyerahkan tersangka dan barang bukti.

Agar proses hukum yang menjerat Edy Arifin bisa dilanjutkan ke tahapan penuntutan oleh korps Adhyaksa.

"Kita tunggu informasi dan koordinasi dari JPU. Jika sudah lengkap, segera kita tahap ll. Karena tersangka kedua ini ikut serta dengan pelaku pertama," tandas Teddy.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pelalawan, Andre Antonius SH membenarkan jika berkas perkara atas nama Edy Arifin masih diteliti setelah petunjuk dipenuhi.

Beberapa hari kedepan berkas itu akan diperiksa kelengkapannya untuk proses hukum lebih lanjut.

"Kita pelajari lagi, nanti akan dikordinasikan kembali dengan teman-teman penyidik polres," tukas Andre Antonius.

Seperti diketahui, tersangka pertama M Yunus telah menjalani persidangan dalam kasus rasuah ini dan divonis hakim 13 bulan penjaran dengan denda Rp 50 juta.

Mantan Kades Sering kecamatan Pelalawan itu terbukti bersalah melakukan pemerasan dalam jabatan.

Tidak lama lagi Edy Arifini akan menyusul karena didug ikut bersama-sama mendapat gratifikasi tersebut. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved