Berita Riau

Kerusakan Kapal Hibah Banawa Nusantara 3 Parah, Kades Topang Riau Bingung Biaya Perbaikan Mahal

Kades Topang Syamsuarto merasa bingung, karena setelah dicek, ternyata kerusakan kapal itu sudah sangat parah, apalagi biaya perbaikannya mahal.

Tribun Pekanbaru/Teddy Tarigan
Kapal hibah Banawa Nusantara 3 yang diserahkan ke Desa Topang rusak parah. Biaya perbaikan bikin bingung Kades. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Kapal Motor (KM) Banawa Nusantara 3 yang merupakan hibah dari Dirjen Perhubungan Laut, Kemenhub RI ke Pemkab Kepulauan Meranti yang tenggelam kini telah diserahkan kepada Pemdes Topang Kecamatan Rangsang.

Kapal itu rencana awalnya akan dipergunakan Pemdes Topang untuk mengangkut sembako yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kapal itu sebelumnya sempat tenggelam dan dibiarkan begitu saja saat tersandar cukup lama di Pelabuhan Pelindo, Selatpanjang.

"Dari awal saya sudah meminta kapal itu untuk dipinjam. Rencananya untuk mengembangkan usaha BUMDes dalam hal ini mengangkut kebutuhan masyarakat dari Selatpanjang ke Topang. Karena sudah lama saya urungkan niat itu apalagi mendapatkan kabar kapal itu sudah tenggelam, tapi saya dihubungi lagi sama orang dinas. Karena tujuannya menyelamatkan harta negara saya ambil juga kapal itu dan saya bawa ke Topang," ungkap Kepala Desa Topang, Syamsuarto, Senin (13/1/2020).

Setelah dibawa ke desanya, Syamsuarto merasa bingung, karena setelah dicek, ternyata kerusakan kapal itu sudah sangat parah, apalagi biaya untuk perbaikannya sangat mahal.

"Papan kapalnya lapuk dan itulah yang menyebabkan banyaknya bocor. Dinding lambung juga tidak sama dengan kapal kita di sini. Di sini papan panjang, kalau ini papannya pendek, makanya harus diganti semua dengan anggaran berkisar sebesar Rp 200 juta," urai Syamsuarto.

Anggaran perbaikan kapal itu tidak bisa menggunakan dana desa, untuk itu dia harus menggunakan dana pribadi walaupun harus berangsur- angsur.

"Ini yang mau kita angsur, kalau mau kita perbaiki harus pakai dana pribadi, tidak bisa digunakan dana desa, kita cuma menyelamatkan saja, saya sudah minta ke orang dinas, namun belum ada jawaban. Saya bisanya cuma perbaikan saja, kalau untuk kontrak pinjam pakai belum ada suratnya," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, Dr H Arready ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemdes Topang untuk mengetahui detail permasalahannya.

"Nanti saya coba berkomunikasi dengan kadesnya untuk mengetahui seperti apa masalahnya," ungkap Aready.

Pemda bisa saja menganggarkan terhadap perbaikan kapal tersebut, namun dilihat terlebih dahulu efisiensi terhadap penggunaannya.

"Kita bisa saja menganggarkan, secara kepemilikan aset kan punya pemerintah. Nanti kita koordinasikan dulu sama kades, setelah kita perbaiki efisiensinya dipergunakan untuk apa, apakah untuk pariwisata atau digunakan sebagai angkutan logistik," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/teddy tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved