Breaking News:

Kisah Seru Riau Community Flowerhorn dan Riau Guppy Community

Ada jumlah akuarium terlihat di Warkop Pinggiran 45, Minggi (12/1). Ada ikan louhan dan guppy menari nari dalam akuarium tersebut.

TRIBUN PEKANBARU / FERNANDO SIKUMBANG
Anggota Community Flowerhorn dan Riau Guppy Community foto bersama 

Ia membuka budidaya di Jalan Cipta Karya Ujung tepatnya Perumahan Surya Jingga. Ia mengaku punya 32 akuarium dengan ukuran panjang 1 meter, lebar 30 cm san tinggi 40 cm.

"Kita bisa mulai pasarkan per tiga bulan ada 6000 ekor bibit louhan. Dicampur dengan shin long atau ikan yang sudah keliatan benjolan kepala dengan ukuran 45 cm," paparnya.

Irul mengaku menjual ikan louhan secara online. Bahkan punya kontrak dengan sejumlah rekan di Brunei, Malaysia dan Singapura setiap tiga bulan.

Baginya budidaya ikan louhan menjanjikan dan membawa hoki. Omzet yang diperoleh bisa mencapai Rp 720 juta per tiga bulan.

"Ini mulanya hobi saja, beli ikan louhan awalnY cuma 300 ribu. Akhirnya bisa budidaya dan bisnis ikan louhan," paparnya.

Irul mengaku agak kesulitan merangkul pecinta dan peternak ikan louhan di Pekanbaru. Maka ia bersama membentuk
Riau Community Flowerhorn (RCF) pada Agustus 2019 lalu.

Saat ini anggotanya sudah mencapai 116 orang. Mereka pun menggelar Lomba Progress Louhan RCF #01 Minggu kemarin

"Ajang ini untuk silaturahmi penghobi dan peternak ikan louhan," paparnya.

Rekannya sesama pecinta ikan louhan, Boy Sandy Sihite juga mengaku bisnisnya yang bernama Rumah Louhan Pekanbaru di Jalan Teropong bermula dari hobi.

Kecintaannya pada ikan louhan baru muncul pada tahun 2015 silam. Awalnya pria 30 tahun menggemari ikan louhan setelah menerima pesanan dari konsumen.

Halaman
1234
Penulis: Fernando
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved