Breaking News:

Kisah Seru Riau Community Flowerhorn dan Riau Guppy Community

Ada jumlah akuarium terlihat di Warkop Pinggiran 45, Minggi (12/1). Ada ikan louhan dan guppy menari nari dalam akuarium tersebut.

TRIBUN PEKANBARU / FERNANDO SIKUMBANG
Anggota Community Flowerhorn dan Riau Guppy Community foto bersama 

Boy pun mencarikan ikan louhan untuk konsumen. Omzetnya pun naik sekitar 80 persen setelah menjual ikan louhan.

"Awalnya ikan cupang, cuma satu jenis. Sekarang ikan cupang dan ikan louhan," terangnya.

Boy mengaku satu minggu dari budidaya ia memperoleh Rp 3 jutaa. Namun bisnis ikan louhan bukannya tanpa kendala.

Ia kerap mengalami rugi saat harus mengirimkan ikan louhan ke lokasi yang jaraknya jauh. Maklum ia mengirimkan ikan louhan tidak cuma ke wilayah di Sumatera, tapi hingga ke Papua

Jumlah pemesanan mulai dari puluhan hingga ratusan ekor "Ada beberapa kali malah mati di jalan ikannya, terpaksa kembalikan duit konsumen," paparnya

Saat ini ia punya 70 akuarium dengan panjang 90 cm x 40 cm. Ia budidayakan ikan louhan di rumahnya.

Dirinya mengaku sempat terkendala saat hendak memelihara ikan louhan. Ia mengaku belum tahu bahwa louhan butuh air dengan kadar PH tertentu.

Boy pun menyarankan jangan langsung air dari sumur atau ledeng. Pecinta louhan bisa membeli air mineral dengan kadar PH tertentu.

Ada ratusan pencinta ikan louhan dan guppy di sana. Mereka tergabung dalam Riau Community Flowerhorn (RCF) dan Riau Guppy Community (RGC).

RCF sendiri menggelar Lomba Progress Louhan RCF #01. Panitia, Andre menyebut ada lebih 105 peserta ikut dalam ajang yang digelar oleh RCF.

Halaman
1234
Penulis: Fernando
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved