Breaking News:

Kisah Seru Riau Community Flowerhorn dan Riau Guppy Community

Ada jumlah akuarium terlihat di Warkop Pinggiran 45, Minggi (12/1). Ada ikan louhan dan guppy menari nari dalam akuarium tersebut.

TRIBUN PEKANBARU / FERNANDO SIKUMBANG
Anggota Community Flowerhorn dan Riau Guppy Community foto bersama 

Ratusan sahabat progress yang ikut dalam kegiatan ini tidak cuma dari Pekanbaru. Ada juga peserta dari sejumlah daerah Sumetera.

Jenis ikan louhan yang ikut adalah jenis F2 Kemalau (KML). Ikan louhan jenis ini punya mutiara yakni motif di tubuhnya kasar.

Ikan louhan yang ikut free marking atau tidak ada corak hitam di tubuhnya. Bentuk tubuh ikan cendrung lebih kotak.

"Kalau beruntung bisa berubah mutasi warnanya menjadi oranye berpadu kuning," ujar pria yang juga brider atau sebutan peternak louhan.

Penilaian louhan dari bentuk tubuh, mental ikan, corak warna hingga melihat kecacatan ikan itu. "Sedangkan penilaian siginifikan pada body dan warna," paparnya.

Ikan louhan yang ikut mini contest ini berusia berkisar lima bulan lebih. Mayoritas yang ikut dalam louhan jantan.

Pemuncak yang terpilih tidak cuma juara satu hingga tiga. Ada juga juara female, khusus untuk satu ekor ikan betina.

Riau Guppy Community Gelar Mini Contest

Riau Guppy Community menggelar Mini Contest 2020, Minggu (12/1/2020).
Ajang bagi pecinta Ikan Guply ini berlangsung di Warkop Pinggiran 45, Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru.

Ada 100 lebih peserta membawa ikan guppy yang ikut lomba. Peserta berasal dari Aceh, Medan, Palembang, Batam dan Semarang.

"Lomba ini mini contest pertama yang digelar Pekanbaru Gappy. Sebelumnya ada kita juga sudah pernah gelar kontes," ulas Ketua Pelaksana Mini Contest, Zulkifli kepada Tribun.

Menurutnya, lomba kali ini da enam kelas. Keenam kelas yakni solid delta tail, albino delta tail, tuxedo delta tail, halfmoon, juvenile delta tail dan corak delta tail.

Ada 200 tank tersedia dalam lomba ini. Proses penilaiannya berdasar bentuk ekor Guppy yakni delta tail.

Ada tiga juara di masing-masing kelas. Nantinya juara satu bakal memperebutkan gelar grand champion.

"Kita mendatangkan juri dari Medan dalam lomba kali ini," paparnya.

Ketua Riau Guppy Community, Dodi Nefeldi menyebut bahwa kegiatan ini bentuk kebersamaan para pecinta Ikan Guppy. Mereka ingin jalin silaturahmi dengan sesama pecinta Guppy.

"Apalagi peserta tidak cuma dari Pekanbaru, ada juga dari daerah lain," ulasnya.

Ajang ini juga untuk memperkenalkan bahwa Guppy bukan cuma ikan parit.
Ikan yang punya ukuran kecil menjadi satu ikan hias yang berkelas.

Bahkan ikan tersebut juga punya nilai tinggi saat sering ikut lomba.Dodi menyebut bahwa anggota komunitas ini mencapai puluhan orang.

Mereka berasal dari berbagai daerah di Riau. Riau Guppy Community sendiri terbentuk pada 5 Oktober 2019 lalu.

"Walau terbilang baru, kami beranikan diri gelar lomba," paparnya.

Dodi juga mengajak para pecinta Ikan Guppy lainnya untuk bergabung dalam Riau Guppy Community. (Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang)

Penulis: Fernando
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved