KKB Papua Tembak Bus Karyawan Freeport, Penempak Diduga Dari Posisi Ketinggian, Ini Kronologinya

KAPOLDA Papua Irjen Paulus Waterpauw langsung mengecek lokasi bus PT Freeport Indonesia ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)

Editor: Muhammad Ridho
Facebook TPNPB
KKB di Papua menenteng senjata 

KKB Papua Tembak Bus Karyawan Freeport, Penempak Diduga Dari Posisi Ketinggian, Ini Kronloginya

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengunjungi personel Brimob yang ditembak KKB di Kabupaten Nduga, di RS Mitra Masyarakat Kabupaten Mimika, Jayapura, Minggu (12/1/2020).

Anggota Brimob Polda Maluku Bharatu Luky Darmadi menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)

===

TRIBUNPEKANBARU.COM - KAPOLDA Papua Irjen Paulus Waterpauw langsung mengecek lokasi bus PT Freeport Indonesia ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Senin (13/1/2020).

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengatakan, selama di lokasi, Kapolda didampingi ‎Kasatgas Amole dan Kapolres Mimika.

Mengenai kronologi kejadian, ‎AM Kamal menjelaskan peristiwa bermula pada pukul 07.00 WIT..

Kala itu, bus karyawan berangkat dari arah Tembagapura menuju arah Timika

"Pukul 08.40 WIT di area MP 53, tiba-tiba terdengar‎ suara letusan sebanyak 5 kali."

"Dan mengenai dua bus bagian belakang dalam konvoi tersebut," ucap AM Kamal.

Diperkirakan penembak berada di posisi ketinggian dan langsung melarikan diri ke aarah hutan.‎

Setelah menerima laporan dari lokasi, pada pukul 10.00 WIT, Kapolda Papua didampingi Kapolres Mimika menuju lokasi penembakan.

"Pukul 10.43 WIT, Kapolda Papua tiba di MP 53, selanjutnya menerima penjelasan kronologi penembakan dari Kasatgas Amole," jelasnya.

Pukul 11.00 WIT, ‎Kapolda Papua didampingi Kapolres Mimika dan Kasatgas Amole serta anggota, mengecek lokasi yang diduga lokasi arah tembak.

Beruntung tidak ada korban jiwa akibat penembakan itu, hanya kerugian material, yakni satu bus mengalami pecah kaca dan satu bus lainnya mengalami bekas tembakan di dua titik.

Sebelumnya, tim gabungan TNI-Polri mengejar penembak bus PT Freeport di Tembagapura, Timika, Papua, Senin (13/1/2020) pagi.

"Tim masih melakukan pengejaran, gerombolan pelaku melarikan diri ke dalam hutan setelah melakukan penembakan," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal.

Diduga pelaku merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Sementara, situasi pasca-penembakan di area tambang PT Freeport, AM Kamal menegaskan masih dalam kondisi aman dan kondusif.

Seusai kejadian, lanjut AM Kamal, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau didampingi Kasatgas Amole dan Kapol‎res Mimika, langsung mengecek lokasi kejadian, tepatnya di MP 53-54.

Beruntung tidak ada korban jiwa akibat penembakan itu, hanya kerugian material, yakni satu bus mengalami pecah kaca dan satu bus lainnya mengalami bekas tembakan di dua titik.

"Olah TKP sudah dilakukan. Kami juga sudah koordinasi dengan PT Freeport Indonesia terkait pelaksanaan pengamanan di area tambang," tambah AM Kamal.

Anggota Brimob Ditembak

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengunjungi personel Brimob yang ditembak KKB di Kabupaten Nduga, di RS Mitra Masyarakat Kabupaten Mimika, Jayapura, Minggu (12/1/2020).

Anggota Brimob Polda Maluku Bharatu Luky Darmadi menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kenyam, Kabupaten Nduga, Sabtu (11/2/2020).

Korban mengalami luka tembak di bagian paha kiri akibat penyerangan tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, kunjungan itu dalam rangka memeriksa kondisi korban.

"Kapolda Papua memberi semangat sebagai Bhayangkara negara agar cepat pulih dan kembali dapat bertugas," kata Ahmad dalam keterangan tertulis, Minggu (12/1/2020).

Menurut Ahmad, kondisi Bharatu Luky Darmadi sesuai hasil observasi dokter, dilaporkan dalam keadaan normal.

Korban diketahui telah bisa makan dan berkomunikasi.

"Direncanakan korban akan dirujuk ke Jakarta dengan Pesawat Airfast sore ini pukul 16.00 WIT."

"Untuk mendapat penanganan di Rumah Sakit Kramatjati Polri," terangnya.

Terkait penembakan tersebut, polri berjanji bersama TNI tak akan menolerir teror KKB.

"Saat ini personel gabungan TNI dan Polri masih melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga," ucapnya.

Kronologi

Insiden penembakan bermula pada pukul 06.28 WIT, saat anggota Brimob Polda Maluku sedang melaksanakan kurve di pos.

Kemudian, Bharatu Luky Darmadi menuju tempat pembuangan sampah di sekitar ujung bandara, untuk membuang sampah.

Namun, saat menyeberang jalan, tepatnya di samping pos Brimob dengan jarak lebih kurang 50 meter, tiba-tiba terdengar bunyi tembakan.

Rentetan tembakan itu berasal dari arah sebelah kanan Pos Brimob.

"Pada saat terdengar bunyi tembakan dan mengenai korban, Bharatu Luky Darmadi langsung berteriak ke arah Pos bahwa 'saya terkena tembak di paha'," kata Kamal dalam keterangan tertulis, Sabtu sore.

Korban yang terjatuh kemudian merayap ke samping selokan bandara.

Bharatu Luky mengambil posisi perlindungan di mesin molen.

Namun, saat itu masih terdengar bunyi tembakan rentetan ke arah korban.

Selanjutnya, anggota Pos Brimob melakukan tembakan balasan dan terjadi kontak senjata.

Pukul 06.46 WIT, anggota pos lainnya menuju arah korban untuk mengevakuasi korban, dan selanjutnya dibawa ke Mapolsek Kenyam.

Pada pukul 08.20 WIT, tim medis dari TNI yang tiba di Mapolsek Kenyam langsung melakukan tindakan medis terhadap korban.

Hingga akhirnya korban dievakuasi ke Kota Timika, Kabupaten Mimika.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengungkap adanya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di sekitar perusahaan tambang eksplorasi bijih PT Freeport Indonesia.

Menurutnya, kelompok itu telah beraksi sejak lama dan ingin mengganggu perusahaan tersebut.

"Oh itu ada, KKB sebutannya, kelompok kriminal bersenjata.".

"Jadi mereka berkelompok, tapi sering melakukan perbuatan kriminal."

"Dan mereka bersenjata," kata Waterpauw dalam diskusi bertajuk 'Merajut Papua dalam Bingkai NKRI', di Gedung IASTH, Kampus UI Salemba, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Namun, ia menyebutkan personel KKB tersebut juga tidak begitu banyak.

Menurut Waterpauw, kelompok tersebut bisa memiliki senjata karena mencuri dan merampas dari aparat keamanan.

"(Personel) tidak banyak, mereka berkelompok. Mungkin daripada mereka nganggur, mereka freeman, mereka tidak punya gaya apa-apa."

"Modalnya merebut senjata anggota, mencuri, merampas, menganiaya anggota.".

"Dan dengan senjata yang mereka miliki itu, melakukan kekerasan itu tidak hanya kepada aparat, masyarakat mereka sendiri," ungkapnya.

Waterpauw menuturkan, motif yang disuarakan KKB ialah masalah kesejahteraan atau masalah ekonomi.

Selain menimpa Freeport, kelompok itu juga kerap meminta 'bantuan' kepada pengusaha dan pemerintah.

"Motifnya ekonomi, perusahaan-perusahaan, pemerintah, pengusaha-pengusaha tertantang sama mereka untuk meminta bantuan."

"Mau makan enak tetapi dengan caranya seperti itu," terangnya.

"Maka itu perlu kita buka dialog, komunikasi dengan mereka."

"Tapi mereka tidak pernah mau, karena mereka menjaga batas itu biar terlalu enak," tuturnya. (Theresia Felisiani/Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved