Berita Riau

Manfaatkan Botol Bekas Jerat Jentik Nyamuk,Diskes Meranti Riau Gencar Sosialisasikan Pencegahan DBD

Inovasi itu berupa pemanfaatan botol bekas sebagai perangkap larva dan jentik-jentik (lavitrap).

Manfaatkan Botol Bekas Jerat Jentik Nyamuk,Diskes Meranti Riau Gencar Sosialisasikan Pencegahan DBD
internet
Ilustrasi DBD 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Meranti akan mensosialisasikan inovasi untuk mencegah perkembangan nyamuk kepada masyarakat.

Inovasi itu berupa pemanfaatan botol bekas sebagai perangkap larva dan jentik-jentik (lavitrap).

"Ini adalah satu inovasi yang akan kita coba terapkan kepada masyarakat. Mungkin akan kita sosialisasikan pada pertengahan tahun," ujar Kepala Dinkes Kepulauan Meranti dr Misri Hasanto, Senin (13/1/2020).

Misri yang genap seminggu menjabat Kadiskes ini mengungkapkan, lavitrap merupakan inovasi yang sangat mudah dilakukan dan menggunakan bahan-bahan limbah yang sering dibuang.

"Lavitrap ini bisa menggunakan botol minuman bekas. Botol dipotong sekitar dua pertiga dan diisi air bersih, lalu bagian atasnya ditutup dengan kain kasa," terangnya.

Selain itu botol harus berwarna gelap untuk menarik perhatian nyamuk. Apabila botol berwarna bening bisa menutupnya dengan kertas atau plastik hitam.

Lavitrap itu kemudian bisa diletakkan di sudut-sudut rumah tempat nyamuk. Misri mengatakan nyamuk akan hinggap di sana untuk bertelur. "Itu kenapa harus menggunakan air bersih, karena penyebar demam berdarah itu nyamuk bertina dan bertelur di air bersih," ujar Misri.

Saat nyamuk sudah masuk ke dalam perangkap maka, nyamuk tidak akan bisa keluar dan begitu juga dengan jentiknya.

"Semua alat-alatnya bekas ataupun limbah, dan bila ini diterapkan oleh masyarakat akan bisa mengurangi nyamuk dan mencegah perkembangbiakan nyamuk," ujar Misri.

Misri mengatakan ini adalah cara sederhana yang bisa dilakukan mengingat kondisi Kepulauan Meranti, khususnya Selatpanjang merupakan daerah endemis demam berdarah.

Walaupun demikian, Misri mengatakan program pencegahan dan pengendalian demam berdarah dari dinasnya juga tetap akan berjalan.

"Kita tetap mengacu pada 3M. Setelah itu pemberian abate kepada masyarakat dan nanti lavitrap," pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/teddy tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved