Berita Riau

RIBUAN Ikan Mati di Riau, Diduga Tercemar Limbah Industri, Ikan Dikumpul Warga, DLH Ambil Sampel Air

Kita saat ini masih menduga-duga bahwa terjadi pencemaran di aliran sungai Batang Kumu. Namun, hal ini belum kita ketahui secara pasti

RIBUAN Ikan Mati di Riau, Diduga Tercemar Limbah Industri, Ikan Dikumpul Warga, DLH Ambil Sampel Air
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
RIBUAN Ikan Mati di Riau, Diduga Tercemar Limbah Industri, Ikan Dikumpul Warga, DLH Ambil Sampel Air 

RIBUAN Ikan Mati di Riau, Diduga Tercemar Limbah Industri, Ikan Dikumpul Warga, DLH Ambil Sampel Air

TRIBUNPEKANBARU.COM, ROKAN HULU - Fenomena luar biasa nampak di Sungai Batang Kumu Kecamatan Tambusai, ribuan ikan mati mendadak mengapung di aliran sungai tersebut pada Sabtu (11/1) lalu.

Sejumlah warga yang dikonfirmasi mengatakan, ikan-ikan tersebut mati diduga akibat pemcemaran limbah di sungai tersebut.

Tak ayal, fenomena tersebut kemudian dijadikan kesempatan oleh warga setempat untuk memunguti ikan-ikan yang mengambang.

Camat Tambusai Muamer Ghadafi mengatakan, pihaknya membenarkan adanya fenomena tersebut.

Sejauh ini, masyarakat menduga kematian ribuan ikan diakibatkan pencemaran limbah dari salah satu perusahaan pengolahan Kelapa Sawit yang beroperasi di hulu sungai.

Pencemaran di aliran sungai Batang Kumu tersebut, selain mengakibatkan kematian bagi ribuan ikan juga berdampak pada berubahnya warna air sungai menjadi hitam kecokelatan serta menimbulkan aroma tak sedap.

"Kita saat ini masih menduga-duga bahwa terjadi pencemaran di aliran sungai Batang Kumu. Namun, hal ini belum kita ketahui secara pasti karena belum dilakukan pemeriksaan secara mendalam," ungkapnya.

Perlu diketahui pula, hulu sungai tersebut berlokasi di kawasan Sumatera Utara sehingga menyulitkan untuk menelusuri sumber permasalahan tersebut.

Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Rokan Hulu Suparno mengatakan, pihaknya telah memerintahkan petugas untuk mengecek melalui sampel air di Sungai Batang Kumu.

Dia membenarkan, jika dugaan sementara aliran Sungai Batang Kumu memang tercemar sejenis limbah.

"Hal ini sudah kita respon dan tindaklanjuti. Baru pada Minggu (12/1) anggota melakukan cek ke lokasi," paparnya.

Dia menerangkan, pihaknya tengah menindaklanjuti dengan membuat surat yang ditujukan ke Pemkab Padang Lawas, Sumatera Utara.

"Dulu sudah pernah kita surati sebenarnya. Kali ini kita surati lagi dan kita tembuskan ke Provinsi Riau," tandasnya.

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com / Syahrul Ramadhan

Penulis: Syahrul
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved