Sempat Ada Penolakan, Penumpang Datang dan ke Malaysia Akhirnya Bersedia Divaksin Polio

Pelabuhan internasional Dumai mencegah masuknya virus polio, setelah Malaysia mengumumkan terjadi KLB polio di sana.

Sempat Ada Penolakan, Penumpang Datang dan ke Malaysia Akhirnya Bersedia Divaksin Polio
tribun pekanbaru
Penumpang yang tiba dan akan berangkat ke Malaysia di pelabuhan internasional Dumai, diberikan vaksin polio karena negara tersebut mengalami KLB polio. 

tribunpekanbaru.com - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Dumai melakukan pencegahan dini penyebaran penyakit polio di wilayah Kota Dumai.

Para penumpang yang hendak menuju atau tiba dari Malaysia di pelabuhan tersebut, langsung diberikan vaksin polio. Tindakan ini dilakukan setelah Malaysia mengumumkan mengalami KLB (Kejadian Luar Biasa) penyakit polio.

Kepala KKP kelas III Kota Dumai, Efrizon melalui Kasi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemilogi, Suprapto, mengungkapkan, pemberian vaksin polio ini sudah dimulai sejak 3 Januari 2020 lalu.

Hingga Minggu (12/1), sudah ada 479 orang yang diberikan vaksin polio, baik penumpang yang hendak ke Malaysia mapun warga Indonesia yang sudah lebih dari 4 minggu berada di Malaysia dan pulang ke Indonesia melalui pelabuhan internasional Dumai.

"Kebanyakan memang orang kita (WNI) yang kita beri vaksin oral polio. Mereka hendak bekerja ke Malaysia atau yang telah bekerja di Malaysia dan pulang ke Indonesia," kata Suprapto, Senin (13/1) di Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas III Dumai.

Apakah ada penolakan dari penumpang saat pemberian vaksin, Suprapto menyebut awalnya memang ada penolakan, terutama dari penumpang yang akan ke Malaysia dalam waktu lebih dari 4 minggu. Namun setelah dijelaskan, akhirnya mereka menerima dan bersedia di vaksin.

Penolakan ini dengan berbagai alasan, seperti belum mengetahui, tidak biasa minum obat kimia, dan lain sebagainya. Tapi setelah dijelaskan semua akhirnya menerimanya. "Kalau orang Malaysia rata-rata mau diberi vaksin, mereka bersedia, sejauh ini tidak ada kendala," tuturnya.

Suprapto menerangkan, untuk penumpang yang hamil, mengalami alergi obat, dan sakit berat, pihaknya tidak memberikan vaksin karena dikhawatirkan berdampak pada orang tersebut. "Sebelum kita beri vaksin, kita lebih dulu wawancarai penumpang, setelah itu barulah kita berikan vaksin polio," terangnya.

Untuk ketersediaan vaksin, hingga saat ini dinyatakan masih aman dan stok masih ada. Kapan kegiatan ini dihentikan, pihaknya menunggu petunjuk dari Kementerian Kesehatan.

"Kita mengimbau penumpang yang hendak ke Malaysia agar vaksin dulu demi kesehatan kita semua," imbaunya.

Sebelumya, KKP kelas III Kota Dumai menerima surat edaran Kementerian Kesehatan pada 17 Desember 2019, terkait upaya pencegahan virus polio masuk Indonesia lewat Dumai. Hal ini setelah Malaysia telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) polio pada Desember 2019 lalu. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved