Berita Riau

TERNYATA Kapal Hibah DitjenHub Laut Banyak Kerusakan, Banawa Nusantara 3 Diserahkan ke Desa Topang

Dari awal saya sudah meminta kapal itu untuk dipinjam. Rencananya untuk mengembangkan usaha BUMDes dalam hal ini mengangkut kebutuhan masyarakat

TERNYATA Kapal Hibah DitjenHub Laut Banyak Kerusakan, Banawa Nusantara 3 Diserahkan ke Desa Topang
Tribun Pekanbaru/Teddy Tarigan
TERNYATA Kapal Hibah DitjenHub Laut Banyak Kerusakan, Banawa Nusantara 3 Diserahkan ke Desa Topang 

TERNYATA Kapal Hibah KemenHub Laut Banyak Kerusakan, Banawa Nusantara 3 Diserahkan ke Desa Topang

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Kapal Motor (KM) Banawa Nusantara 3 yang merupakan hibah dari Dirjen Perhubungan Laut, Kemenhub RI ke Pemkab Kepulauan Meranti yang tenggelam kini telah diserahkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Topang Kecamatan Rangsang.

Kapal itu rencana awalnya akan dipergunakan pemdes Topang untuk mengangkut Sembako untuk keperluan masyarakat yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kapal itu sebelumnya sempat tenggelam dan dibiarkan begitu saja saat tersandar cukup lama di pelabuhan Pelindo, Selatpanjang.

"Dari awal saya sudah meminta kapal itu untuk dipinjam. Rencananya untuk mengembangkan usaha BUMDes dalam hal ini mengangkut kebutuhan masyarakat dari Selatpanjang ke Topang. Sudah lama saya urungkan niat itu apalagi mendapatkan kabar kapal itu sudah tenggelam, tapi saya dihubungi lagi sama orang dinas. Karena tujuannya menyelamatkan harta negara saya ambil juga kapal itu dan saya bawa ke Topang," ungkap Kepala Desa Topang, Syamsuarto.

Setelah dibawa ke desanya, Syamsuarto merasa bingung sendiri, karena setelah dicek, ternyata kerusakan Kapal itu sudah sangat parah, apalagi biaya untuk perbaikannya sangat mahal.

"Papan kapalnya banyak yang lapuk dan itulah yang menyebabkan banyaknya bocor. Dinding lambung kapalnya juga tidak sama dengan kapal kita disini, kalau disini papan panjang, kalau ini papannya pendek, makanya harus diganti semua dengan anggaran berkisar sebesar Rp 200 juta," kata Syamsuarto lagi.

Dikatakannya, anggaran perbaikan kapal itu tidak bisa menggunakan dana desa, untuk itu dia harus menggunakan dana pribadi walaupun harus berangsur- angsur.

"Ini yang mau kita angsur, kalau mau kita perbaiki harus pakai dana pribadi, tidak bisa digunakan dana desa, kita cuma menyelamatkan saja, saya sudah minta ke orang dinas, namun belum ada jawaban. Saya bisanya cuma perbaikan saja, kalau untuk kontrak pinjam pakai belum ada suratnya," ujarnya.

Diceritakan, saat diselamatkan kondisi kapal sudah tidak seperti saat tiba di Kepulauan Meranti, dimana peralatan yang ada sudah banyak yang hilang dan rusak.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved