Berkedok Kos-Kosan, Ibu dan Anak di Padang Kompak Jalankan Bisnis Prostitusi

Di rumah kos-kosan yang dikelola, disediakan wanita yang bisa dieksekusi dirumah tersebut dengan sejumlah bayaran.

Berkedok Kos-Kosan, Ibu dan Anak di Padang Kompak Jalankan Bisnis Prostitusi
internet
Dua tersangka mucikari berkedok kos-kosan di Padang yang merupakan ibu bersama anaknya. 

tribunpekanbaru.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatra Barat (Sumbar), mengungkap kasus prostitusi berkedok kos-kosan di Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Yang mengagetkan, prostitusi ini dijalankan oleh ibu dan anak.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, Kombes Imam Kabut Sariadi, Selasa (14/1) mengatakan, ketika dilakukan penggerebekan pada Jumat (10/1) lalu, petugas menangkap dua orang yang diduga menjadi otak bisnis prostitusi tersebut, yakni wanita berinisial H (54), dan anaknya berinisial D (30).

Ia mengatakan, sang ibu berinisial H alias Hel sebagai mami yang mengendalikan operasional bisnis prostitusi, dan menerima semua uang hasil bisnis tersebut. Sementara anaknya berinisial D alias Suc, berperan mencarikan wanita dewasa maupun anak di bawah umur untuk dipekerjakan melayani lelaki hidung belang.

Dalam penggerebekan, petugas menemukan lima orang di dalam rumah tersebut. Dua orang yaitu H dan D ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan tiga orang wanita dan salah satunya anak di bawah umur ditetapkan sebagai korban kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Imam Kabut mengatakan, aktivitas prostitusi yang dijalankan ibu dan anak itu sudah berjalan sejak lima bulan yang lalu. Kedua pelaku menjual wanita kepada lelaki hidung belang dengan bayaran rata-rata Rp300 ribu sekali kencan.

Praktiknya, lelaki yang memakai wanita tersebut menyerahkan uang kepada pelaku D dan kemudian diserahkan kepada H. Para wanita yang dijual tinggal di rumah itu dengan kedok kos-kosan. Uang dari hasil prostitusi digunakan H untuk membeli kebutuhan harian mereka, dan sebagian diserahkan kepada para korban.

Selain itu, agar masyarakat setempat tidak curiga dengan aktivitas prostitusi itu, pelaku menggunakan kedok kos-kosan dan menjual makanan. Sementara pelanggan melakukan eksekusi di dalam rumah tersebut.

Dari penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti uang tunai Rp219 ribu, pil KB, pakaian dalam, dan tiga KTP elektronik.

“Kita akan terus dalami kasus ini. Korban atau wanita di bawah umur yang menjadi korban sudah kita mintai keterangan," kata dia.

Kedua pelaku dijerat dengan pasal 76 juncto pasal 88 UU nomor 35 2014 dan pasal 17 UU nomor 21 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Satake Bayu mengatakan, penangkapan yang dilakukan Ditreskrimum berhasil mengungkap adanya praktik perdagangan anak di bawah umur dalam bisnis prostitusi. Ia mengatakan aksi itu dilakukan di kawasan yang ramai penduduk dan tentunya sangat merusak.

"Dengan adanya pengungkapan kasus ini, kita mengimbau masyarakat berperan aktif untuk melaporkan kepada kami jika menemukan adanya aktivitas prostitusi anak di bawah umur. Pastinya akan kami tindak,” kata dia. (rol/ant)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved