Berita Riau

Harga Karet di Kuansing Riau Naik Menjadi Rp 9.450 Per Kilogram

Harga jual karet di Kuansing Riau saat ini cukup tinggi, yakni mencapai Rp 9.450 per kilogram.

Harga Karet di Kuansing Riau Naik Menjadi Rp 9.450 Per Kilogram
Pixabay/3dman_eu
Ilustrasi pohon karet 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Harga karet di Kabupaten kuantan Singing (Kuansing) Provinsi Riau sedang bagus dan berpengaruh pada peningkatan produksi.

Ketua Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi (Apkarkusi), Sepriadi mengatakan, harga jual karet saat ini cukup tinggi. Yakni Rp 9.450 per kilogram.

"Harga pekan ini naik Rp 290 dibanding minggu lalu," kata Sepriadi, Selasa (14/1/2020).

Harga Rp 9.450 per kilogram tersebut merupakan hasil lelang pada Senin (13/1/2020). Pelelangan hasil kebun karet sendiri dilakukan pada Senin setiap pekannya.

Sehingga harga terbaru karet akan diketahui setiap Senin.

Sistem pelelangan ini dimulai sejak Juli tahun lalu. Seluruh pengurus kelompok tani/Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB)/gabungan kelompok tani (gapoktan) yang melaksanakan pemasaran karet secara bersama bersama.

Melaksanakan pemasaran Bokar dengan sistem lelang secara bersama dan serentak dengan menetapkan satu pemenang lelang dan satu harga pada satu waktu dan satu tempat yang bersamaan. Penetapan harga bersamaan dengan perwakilan perusahaan.

Sistem ini sangat membantu petani pekebun untuk meningkatkan harga karet di tingkat kelompok yang tentu saja berdampak pada peningkatan harga petani pekebun yang tergabung dalam wadah kelompok.

Bukan hanya harga yang menjanjikan. Saat ini produksi karret di Kuansing meningkat, dengan total 61 ton.

Jumlah ini meningkat dibanding pekan lalu yang hanya 40-an ton. Bila dibanding tahun lalu, jelas produksi di Januari 2020 ini mengalami peningkatan.

Sepriadi mengakui produksi karet memang sedang naik di Kuansing. Ini tidak terlepas dari kondisi cuaca. Periode dari September-Desember tahun lalu, produksi karet di Kuansing setiap pekannya hanya 30-40 ton saja.

"Cuaca sedang bagus. Tidak terlalu panas. Makanya produksi bisa meningkat. Semoga kondisi ini bisa bertahan cukup lama," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/dian maja palti siahaan)

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved