Indikator Tidak Terpenuhi, Dumai Tidak Tetapkan Status Siaga Bencana Karhutla

Indikator untuk menetapkan status siaga darurat bencana karhutla di Kota Dumai dinilai tidak terpenuhi.

tribun pekanbaru
Pemko Dumai menggelar rapat koordinasi penanganan karhutla, Senin (13/1) lalu. 

tribunpekanbaru.com - Pemko Dumai memutuskan untuk tidak menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti yang dianjurkan BPBD Pemprov Riau. Keputusan diambil lewat rapat koordinasi pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Rapat ini langsung dipimpin Wali Kota Dumai Zulkifli AS, didampingi Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudisthira, Perwakilan Kodim Dumai, Kelaksa BPBD Dumai, di Media Center, Senin (13/1) lalu. Rapat juga dihadiri seluruh Camat dan Lurah, serta perwakilan ‎perusahaan di Kota Dumai.

Setelah mendengarkan pemaparan Kalaksa BPBD Dumai serta lainya, Wali Kota Dumai Zulkifli AS menetapkan tidak menaikkan status menjadi siaga darurat bencana karhutla di Kota Dumai.

Zulkifli AS menerangkan, untuk meningkatkan status menjadi siaga darurat bencana karhutla‎, tentunya harus memenuhi beberapa indikator, dan dari hasil rapat indikator-indikator untuk menetapkan status menjadi siaga darurat bencana karhutla‎ tidak terpenuhi.

Dia menerangkan, menurut BNPB, untuk menentukan status siaga itu di bawah tanggap darurat, ada beberapa indikator yang harus terpenuhi seperti data hotspot banyak sesuai data BMKG, angka ISPU meningkat, dan jarak pandang menurun.

"Untuk hotspot kita tiga hari ini nol, ISPU kita di kondisi sehat, kemudian jarak pandang kita masih bagus, jadi indikator itu tidak terpenuhi," katanya.

"Jika suatu saat indikator-indikator tersebut terpenuhi, tentunya akan kita naikkan status menjadi siaga darurat bencana karhutla," katanya.

Zulkifli AS mengaku, dari hasil rapat koordinasi ini tentunya banyak yang harus dibenahi, seperti koordinasi harus lebih ditingkatkan, peralatan yang perlu ditambah, dan partisipasi masyarakat serta perusahaan juga harus ditingkatkan.

"Kita berharap ke depan hal-hal seperti koordinasi dan partisipasi masyarakat serta perusahaan dalam mencegah terjadinya karhutla bisa meningkat, sehingga karhutla tidak terjadi lagi di Dumai," tuturnya.

Berdasarkan data BPBD Dumai, awal tahun ini kondisi karhutla di Dumai sampai 11 Januari 2020 mencapai 19,5 hektare, dengan lokasi terbesar ada di Kecamatan Sungai Sembilan yaitu seluas 18 hektare, meliputi wilayah Kelurahan Lubuk Gaung dan Bangsal Aceh.

"Alhamdulillah tim satgas darat sudah berupaya terus memadamkan dengan segenap unsur baik dari BPBD, TNI, Polri, Kecamatan, Kelurahan, RPK Perusahaan, dan MPA di wilayah terdampak. Sehingga akhirnya saat ini hotspot nihil di Dumai," tambahnya. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved