Kapolda Sumbar Ancam Kapolresnya Bila Terlibat Tambang Ilegal Penyebab Banjir

Kapolda Sumbar bahkan mengancam akan mempidanakan Kapolres bila diketahui menjadi beking tambang ilegal atau illegal logging.

Kapolda Sumbar Ancam Kapolresnya Bila Terlibat Tambang Ilegal Penyebab Banjir
internet
Banjir di wilayah Taram, Kabupaten Limpuluh Kota, Sumbar, beberapa waktu lalu. Bencana banjir diduga terjadi karena banyaknya tambang ilegal dan illegal logging di wilayah Sumbar. 

tribunpekanbaru.com - Kapolda Sumbar, Irjen Toni Harmanto mengatakan, banyaknya bencana alam banjir dan longsor yang menimpa beberapa kabupaten di Sumbar disebabkan oleh beberapa hal.

"Ini diduga akibat pembalakan liar dan pertambangan emas ilegal oleh pihak tidak bertanggung jawab," kata Toni Harmanto di Padang, Selasa (14/1).

Selain itu, menurutnya, banyak perusahaan asing yang beroperasi ilegal dengan melibatkan masyarakat setempat untuk melakukan tambang liar.

Toni Harmanto menyebutkan, akhir-akhir ini aktivitas penambangan emas dan illegal logging makin liar di daerah Kabupaten Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, serta beberapa kabupaten lain di Sumbar. Toni pun mengancam akan menindak tegas setiap anggotanya yang terbukti menerima suap atau jadi beking penambangan emas dan perambahan hutan ilegal di wilayah Sumbar.

"Kita akan tindak tegas Kapolres yang terlibat aksi penambangan liar. Jika masih membandel, kami tindak secara tegas sesuai peraturan yang berlaku, kalau perlu kita pidanakan mereka," tegas Toni.

Dikatakan, kasus-kasus seperti perambahan hutan memang menjadi prioritas Polda Sumbar untuk dilakukan penindakan, demi menjaga lingkungan agar tidak ada lagi bencana banjir dan longsor di wilayah Sumbar.

Menurut dia, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), illegal logging, atau penambangan liar lainnya di Sumatra Barat sudah sangat meresahkan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Amran, juga menegaskan dalam pemberantasan illegal logging, illegal mining, dan kasus-kasus lain di Sumbar, pihaknya juga akan bertindak.

"Akan kami sikat habis semua, walaupun saya masih baru di Minangkabau ini, saya sangat peduli dengan Sumbar. Tidak pandang bulu, siapa saja akan kita tindak kalau melanggar hukum," tegas Amran.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, antisipasi dan pencegahan dini terhadap bencana perlu dilakukan di Sumbar. Mengingat tingkat kerawanan bencana yang dimiliki Sumbar sangat tinggi.

Menurut Irwan, tak hanya bagi instansi yang bersangkutan, bencana merupakan tanggung jawab semua instansi baik pemerintah maupun masyarakat.

"Sebagai daerah yang rawan bencana, diperlukan usaha untuk mengurangi risiko dengan memahami segenap potensi kearifan lokal, dengan secara bersama-sama dan seluruh elemen bersatu padu menjaga alam di sekitarnya," ujarnya. (rin/tribun padang)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved