Lawan Lalenok United di Play-off AFC Cup 2020, Bojan Hodak Yakin PSM Akan Menang

Pelatih PSM, Bojan Hodak, mengaku sudah melihat video permainan Lalenok United. Dia pun yakin timnya akan bisa menang.

Lawan Lalenok United di Play-off AFC Cup 2020, Bojan Hodak Yakin PSM Akan Menang
dok psm makassar
Pelatih PSM, Bojan Hodak (kiri), berdiskusi dengan asisten pelatih saat latihan tim Minggu (12/1). 

tribunpekanbaru.com - PSM Makassar akan memanfaatkan keunggulan postur tinggi pemain untuk mengimbangi permainan cepat Lalenok United, dalam dua leg pertandingan play-off Piala AFC 2020 pada 22 Januari nanti.

Pelatih Bojan Hodak mengutarakan, sedikit banyak ia sudah mempelajari kekuatan calon lawan. Menurutnya, PSM memiliki keunggulan dari postur tubuh. Namun ia tidak ingin meremehkan klub asal Timor Leste itu. Apalagi mereka memiliki pelatih asal Indonesia yaitu Yance Efrain Matmey.

“Kami harus disiplin dan perlu menggunakan kekuatan kami. Mereka tidak mempunyai keuntungan dari segi tinggi badan, tapi kami punya. Mereka cukup cepat dan secara teknik mereka berbakat. Satu lawan satunya juga cukup bagus. Kami harus bisa menggunakan kekuatan kami,” tutur Bojan dikutip goal kemarin.

“Mereka punya pelatih dari Indonesia. Saya kira pelatih ini tahu banyak soal PSM, dan itu mungkin digunakan sebagai sumber informasi untuk menghadapi kami. Saya hanya mengkhawatirkan kami tidak punya waktu banyak untuk memulihkan kebugaran pemain setelah liburan,” tambahnya.

Namun begitu, Bojan mengaku sudah punya gambaran kekuatan Lalenok United, dan mantan pelatih timnas Malaysia U-19 ini optimistis PSM akan bisa melewati hadangan juara Liga Timor Leste itu. Karena menurutnya, kalau tampil normal, secara tim PSM Makassar masih berada di atas Lalenok.

"Kami harus bertumpu pada kekuatan sendiri. Itulah mengapa saya sangat fokus mengembalikan kondisi pemain dan tim," katanya.

Selain itu, PSM mendapat angin segar dengan kembalinya Marc Klok bersama tim. Pemain asal Belanda itu sudah mengikuti latihan tim walau masih terpisah dari rekan-rekannya.

“Dia melakukan perjalanan yang cukup jauh, 20 jam lebih di atas pesawat, duduk dengan posisi yang sama. Kalau dipaksakan latihan berat, bisa saja dia cedera. Jadi dia hanya lakukan gerakan stretching ringan,” tutur Bojan. (rin)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved