Lolos dari Malaysia, Pembawa 30 Ribu Butir Ekstasi Ditangkap di Batam

Puluhan ribu butir ekstasi tersebut rencananya akan diedarkan di Jakarta. Pelaku mengaku sebagai pemain tunggal.

Lolos dari Malaysia, Pembawa 30 Ribu Butir Ekstasi Ditangkap di Batam
tribun batam
Ribuan ekstasi diamankan dari pria berinisial J, yang ditangkap saat tiba di pelabuhan Harbour Bay Batam dari Malaysia. 

tribunpekanbaru.com - Petugas Bea dan Cukai Batam menangkap seorang pria berinisial J (28), karena kedapatan membawa 30.037 butir pil ekstasi dari Malaysia. Penangkapan kurir narkoba ini berlangsung di pelabuhan ferry internasional Harbour Bay, Kota Batam, Kamis (9/1) silam.

Dalam konferensi pers Selasa (14/1) kemarin, terungkap bahwa J mengemas ekstasi tersebut dalam koper. Namun pria ini akhirnya diamankan setelah gerak-geriknya dicurigai petugas pelabuhan saat berada di mesin pemeriksaan X-ray di terminal kedatangan pelabuhan.

"Dia membawa koper dan beberapa peralatan lainnya. Saat di mesin X-ray, ditemui ada narkotika jenis ekstasi sebanyak 30.037 butir, dan 31,7 gram ekstasi yang disembunyikan dalam 11 bungkusan makanan ringan," ungkap Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata, saat memimpin konferensi pers pengungkapan.

"Dia itu hanya bertugas membawa saja. Kami masih berusaha mengambangkan kasus ini dari bukti-bukti dan pengakuan tersangka nantinya," ungkap Susila di Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Selasa (14/1).

Disebutkan, ekstasi itu dibawa J dari Malaysia. Pria Warga Negara Indonesia (WNI) inipun diketahui sebagai pelaku tunggal. Sebab J disebut bukan termasuk jaringan internasional. "Tapi itu masih asumsi sementara, masih akan dikembangkan," tambahnya.

Sementara itu, Wadir Resnarkoba Polda Kepri, AKBP SOM Pardede mengatakan, pihaknya juga menelusuri komunikasi J dengan memeriksa telepon selulernya. Dari hasil penelusuran, diketahui J akan membawa puluhan ribu butir ekstasi itu ke Jakarta.

"Namun ini masih dikembangkan, masih akan dimintai keterangan kepada siapa dia memberikan barang itu di Jakarta dan dari siapa dia mendapatkannya," kata Pardede.

Menurutnya, kebanyakan pelaku narkoba tidak dapat memberikan keterangan lengkap karena memang jaringan mereka terputus-putus. Karena itu, kata Pardede, banyak kelompok atau jaringan terkadang sulit terungkap. "Buktinya sejauh ini dia masih mengaku sebagai pemain tunggal. Namun itu harus diselediki dengan berbagai cara," sebutnya di Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam. (rin/tribun batam)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved