Berita Riau

NEWS VIDEO: Sudah 62 Ha Lahan Terbakar di Riau Sejek Per 1 Januari 2020

pihaknya juga mendorong kabupaten dan kota di Riau yang saat ini sudah ditemukan kebakaran lahan dan curah hujan sudah berkurang agar segera

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru memprediksi wilayah Riau bagian utara sudah minim curah hujanya.

Artinya, di wilayah ini akan masuk musim kering dan potensi kebakaran hutan dan lahanya akan semakin mudah terjadi.

"Tadi BMKG sudah menginformasikan kepada kami bahwa situasi curah hujan dalam beberapa waktu kedepan akan terjadi penurunan. Khususnya yang Riau bagian utara," kata Kepala Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger usai memimpin rapat bersama BPBD Kabupaten Kota se Provinsi Riau dan BMKG Pekanbaru di ruang multimedia, DR Sutopo Purwo Nugroho Kantor BPBD Riau, Jalan Sudirman Pekanbaru, Selasa (14/1/2020).

"Saya tadi sudah sampaikan kepada rekan-rekan, agar bisa meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi dari sekarang agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing," tambah Edwar.

Selain itu, pihaknya juga mendorong kabupaten dan kota di Riau yang saat ini sudah ditemukan kebakaran lahan dan curah hujan sudah berkurang agar segera menetapkan status siaga Karhutla.

Agar BPBD Riau dan BNPB pusat bisa langsung memberikan pendampingan dan bantuan guna pencegahan dan penanggulangan karhutla yang terjadi di wilayah masing-masing,

"Saya sudah dorong bagi daerahnya yang sudah terjadi kebakaran lahan dan banyak ditemukan hotspot agar segera berkoordinasi dengan Forkopimda setempat silahkan untuk penetapan status siaga Karhutla," ujarnya.

Jika melihat kasus Karhutla yang terjadi diawal tahun 2020 ini serta temuan titik hotspot, beberapa daerah yang didorong untuk penetapan status siaga Karhutla adalah Kabupaten Meranti, Rohil, Siak dan Dumai. Seluruh wilayah ini merupakan wilayah yang masuk ke daerah Riau bagian utara.

Berdasarkan data dari BMKG, Selasa (14/1/2020), ada beberapa kabupaten/kota terdapat hotspot, diantaranya Rohil ada 1 hotspot, Dumai 15 hotspot, Bengkalis 16 hotspot, Meranti 9, Siak 3, Pelalawan 8, Inhu 2, Inhil 6 dan Kuantan Singingi 1 hotspot.

Sedangkan untuk luas lahan yang terbakar terhitung sejak 1 Januari hingga Selasa (14/1/2020) BPBD Riau tercatat seluas 62,03 hektare. Rincianya Dumai 13,5 hektare, Bengkalis 13,9 hektare, meranti 4 hektare, Siak 17,13 hektare, dan Inhu 13,5 hektare.

"Kami berharap agar semua daerah segera melakukan pencegahan, karena fokus kita di tahun 2020 memang pencegahan. Arahan Kepala BNPB dan Pak Gubernur juga kan seperti itu," kata Edwar. (Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved