Berita Riau

Protes ASN Non Job di Kepulauan Meranti, Jaka Tuding Bupati Semena-mena, Irwan Suruh Beli Kaca Besar

Saya pesan beli kaca besar-besar taruh di kamar masing-masing. Jadi tiap hari itu nak pergi kerja berkaca dulu, balik kerja berkaca dulu," ujar Bupati

ist
Protes ASN Non Job di Kepulauan Meranti, Jaka Tuding Bupati Semena-mena, Irwan Suruh Beli Kaca Besar 

Terkait PNS yang protes terkait karena tidak diberikan jabatan atau non job saat ini, Bupati mengatakan hal tersebut murni karena sudah memasuki masa pensiun.

Dijelaskan Bupati Irwan, pegawai yang di berhentikan atau di Non Job itu tercatat sudah memasuki masa pensiun atau berusia 58 tahun lebih.

Menurut Bupati jika pegawai tersebut sudah memasuki usia pensiun 58 tahun harusnya menyadari sebab andaikata terjadi penambahan masa kerja hingga usia 60 tahun itu merupakan hak prerogatif Bupati yang masih memberikan kepercayaan kepada pegawai bersangkutan untuk bekerja.

Atau dengan kata lain merupakan bonus yang diberikan pimpinan.

"Persoalan diperpanjang atau tidak itukan masalah diskresi kepala daerah," ujarnya.

Dalam pengambilan dikresi tersebut Irwan juga mengatakan ada ukuran-ukuran yang dinilai dari PNS bersangkutan.

"Yang bisa diperpanjang itu pertama yang punya keahlian luar biasa atau punya kinerja yang tinggi atau dibutuhkan untuk tugas-tugas tertentu. Kalau di luar itu tak bisa," tuturnya.

Dirinya juga menilai aneh karena pegawai yang sudah masuk masa pensiun tapi malah ribut masalah jabatan.

"Bukan malah masuk usia pensiun, diberhentikan, malah ribut-ribut pula. Mungkin tidak terjadi daerah lain kecuali di sini, lucu aja gitu," ujar Irwan sambil tersenyum.

Saat disinggung isu keterkaitan perombakan jabatan tereebut dengan politik menjelang pilkada 2020, Irwan menyampaikan agar hal tersebut menjadi penilaian masyarakat.

"Silahkan masyarakat menilai sendiri saja, bila perlu adakan investigasi. Bahkan orang-orang yang ditunjuk jadi kepala dinas, dia taunya saat SK dibacakan sebelumnya mereka gak tahu," ujar Irwan.

Melalui polemik tersebut Bupati juga meminta agar para pejabat terkhusu menduduki kepala dinas dan lainnya agar bekerja dengan baik.

"Kerjakan baik-baik, kalau kerja tak bagus saya pecat pokoknya, jadi jangan kerja tak bagus teriak-teriak. Memalukan," tegasnya.

Sebelumnya mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kepulauan Meranti Jaka Insita menilai bahwa Bupati Kepulauan Meranti menggunakan kekuasaannya secara semena-mena tanpa mengedepankan etika yang jelas.

Hal ini buntut dari penghentian Jaka dari jabatannya dan saat ini berstatus non job.

Dirinya mengaku hingga saat masih kebingungan dengan dengan kebijakan Bupati dengan menghentikan dirinya dari jabatannya.

Dirinya mengaku bahwa masa kerjanya masih bisa dilakukan hingga bulan Mei 2020.

Namun Jaka kecewa karena sejak Agustus 2019 sudah dinon jobkan dari jabatannya.

"Saya dinon jobkan masih ada 10 bulan, bulan Agustus saya sudah dinon jobkan. Mungkin saya sebagai kelinci percobaan saya tak tahulah," ungkapnya.

Pemberhentian Jaka karena Memasuki Usia Pensiun

Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kepulauan Meranti Jaka Insita menyampaikan protes keras terhadap kebijakan Kepala Daerah yang menonjolkan dirinya.

Menanggapi hal tersebut Kabag Humas Setdakab Kepulauan Meranti menyampaikan bahwa pemberhentian Jaka Insita dari jabatannya karena akan pensiun.

"Informasi dari BKD pak Jaka itu sudah 58 tahun, 58 tahun itu menurut undang-undang itu sudah usia pensiun," ujar Rudi Rabu (15/1/2020).

Bahkan dikatakan Rudi, yang bersangkutan juga sudah ditambah pada jabatannya selama 1 tahun.

"Oleh Bupati, dia ditambah 1 tahun lagi menjabat. Jadi dia sudah ditambah satu tahun sampai umur 59. Jadi tidak ditambah 2 tahun," ujar Rudi.

Oleh karena itu dikatakan Rudi saat Kepala Daerah tidak lagi menambah masa jabatannya, yang bersangkutan harus pensiun.

Rudi juga mengatakan bahwa kepada pihak yang sudah non job dari Jabatan dan memasuki masa pensiun sudah disampaikan surat pemberitahuan agar mengurus pensiun.

"Surat pemberitahuan agar dia mengurus pensiunnya dari BKD ke dianas dia, tapi sampai sekarang dia tidak mengurus surat pensiunnya," ujarnya.

Rudi mengatakan bahwa apabila yang bersangkutan masih merasa berat untuk mengurus pensiun maka, proses pensiun yang bersangkutan tetap akan berjalan.

"Otomatis dia harus pensiun, umurnya sudah lebih, mau bagaimana lagi," ujar Rudi.

Diakui Rudi memang saat ini ada beberapa pejabat lain yang sudah dinon jobkan dari jabatannya karena memasuki masa usia pensiun. "Kecuali Pak Edi mantan Kalaksa BPBD karena akan pindah ke provinsi," pungkas Rudi.

Mutasi Pegawai Pemkab Kepulauan Meranti - Tribunpekanbaru.com / Teddy Tarigan.

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved