Breaking News:

Berita Riau

Warga yang Rekam Data 5.000 Lebih, Disdukcapil Kuansing Riau Hanya Kebagian 4.000 Blangko KTP-el

Disdukcapil Kuansing Riau hanya kebagian 4.000 blangko KTP-el dari pemerintah pusat. Padahal warga yang sudah rekam data mencapai 5.000 orang.

Tribun Pekanbaru/Nolpitos Hendri
Pasokan blangko KTP-el terbatas, Disdukcapil Kuansing hanya kebagian 4.000 blangko KTP-el dari pemerintah pusat. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Warga Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau yang sudah merekam data, tampaknya harus bersabar menunngu pencetakan KTP-el.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kuansing hanya kebagian 4.000 blangko KTP-el dari pemerintah pusat. Jumlah ini sebenarnya tidak mencukupi daftar antrean KTP-el di Kuansing.

Jatah blangko diketahui pada Rabu siang (15/1/2020). Saat itu, pegawai Disdukcapil Kuansing ke Jakarta untuk mengambil blangko KTP-el.

"Alhamdulillah. Konfirmasi dari anggota kita dapat 4.000 blangko," kata Kadisdukcapil Kuansing, Refendi Zukman.

Dengan adanya blangko tersebut, pihaknya kembali bisa melayani masyarakat. Ia memperkirakan, pelayanan pencetakan KTP-el sudah bisa dilakukan Senin depan.

Dua Bulan Putus, Jalan ke Desa Rantau Baru Pelalawan Riau Bisa Dilewati

Jiwasraya Tunggu Dapatkan Keuntungan Sebelum Bayar Uang Nasabah

Lama Tak Pulang ke Kampung, Pria Ini Temukan Kerangka Manusia Berjas Hujan Duduk di Sofa Rumahnya

Sebenarnya, pihaknya meminta sebanyak 5.000 blangko KTP-el ke pusat. Namun yang diberikan hanya 4.000 saja. Walau demikian pihaknya tetap bersyukur.

Sebenarnya jumlah 4.000 blangko tersebut belum bisa mencetak seluruh daftar antrean KTP-el. Sebab yang sudah merekam sejauh ini sudah 5.000 lebih.

Jumlah ini belum termasuk warga yang melakukan pergantian KTP-el, apakah karena rusak, hilang atau pindah alamat.

"Yang sudah merekam saja 5.000 lebih," terangnya.

Ia memperkirakan jumlah permintaan KTP-el akan meningkat dalam waktu dekat. Sebab September nanti, Kuansing akan menggelar pilkada.

"Nantinya permintaan akan naik. Sekarang yang banyak itu permintaan legalisir. Untuk persyaratan anggota BPD," terang Refendi. (Tribunpekanbaru.com/dian maja palti siahaan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved