Bapenda Pekanbaru Akan Turunkan Tim Telusuri Gelper yang Menunggak Pembayaran Pajak

Adanya gelper yang menunggak pajak ini diketahui ketika Satpol PP melakukan pemeriksaan ke sejumlah tempat beberapa hari lalu.

Bapenda Pekanbaru Akan Turunkan Tim Telusuri Gelper yang Menunggak Pembayaran Pajak
tribun pekanbaru
Satpol PP saat menyegel warnet beberapa hari lalu. 

tribunpekanbaru.com - Sejumlah oknum pengelola gelanggang permainan (gelper) di Kota Pekanbaru diduga menunggak pembayaran pajak. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Pekanbaru mendapati temuan tersebut saat memeriksa perizinan dan dokumen pajak sejumlah gelper.

Dari pemeriksaan itu, PPNS menemukan banyak di antara oknum pengelola gelper yang ternyata menunggak pajak. Mayoritas pengelola belum membayar pajak berupa PBB.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin. mengaku belum tahu persis temuan tersebut. Namun ia berjanji bakal menurunkan tim untuk menelusuri temuan Satpol PP tersebut.

"Kita bakal menurunkan tim untuk menelusuri dugaan penunggakan pajak ini," terang Zulhelmi kepada Tribun, Kamis (16/1).

Menurutnya, tim akan mendatangi sejumlah gelper yang diduga menunggak pajak. Mereka bakal mempertanyakan pembayaran pajak yang tertunggak tersebut.

Sebelumnya, tim Satpol PP Kota Pekanbaru mendapati sejumlah oknum pengelola gelper menunggak PBB yang menjadi kewajiban mereka. Banyak di antara pengelola gelper tersebut tidak membayar PBB dengan alasan hanya sebagai penyewa tempat. Menurut mereka, pemilik tempat lah yang belum membayarkan PBB.

Selain itu, ada pula pengelola gelper yang beralasan bahwa pemilik tempat gelper itu sedang berada di luar kota sehingga belum membayarkan PBB yang menjadi kewajibannya.

Kepala Bidang Operasi Satpol PP Pekanbaru, Desherianto menyebutkan, pihaknya sudah memanggil para pengelola gelper yang diketahui menunggak pajak itu sejak pekan lalu. Pengelola gelper yang dipanggil adalah dari gelper Avengers, Super Star, Naruto, Doraemon, dan Bingo Games.

Banyak dari mereka yang memiliki izin, tapi terkendala dalam pembayaran pajak. Penyidik mengetahuinya saat memeriksa dokumen izin, pajak, dan retribusi gelper.

Selain itu, banyak dari mereka sudah melunasi pajak hiburan. Ada juga yang pembayaran pajak reklamenya menyusul.

Halaman
12
Penulis: Fernando
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved