Harga Sawit Indonesia Mulai Naik, Berikut Rincian Harganya Sesuai Umur: Januari 2020 (Riau & Medan)

CPO) atau minyak mentah sawit di India sepakat untuk secara efektif menghentikan semua pembelian sawit

Harga Sawit Indonesia Mulai Naik, Berikut Rincian Harganya Sesuai Umur: Januari 2020 (Riau & Medan)
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Petani sedang memanen buah sawit dikawasan Jalan Parit Indah Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Rabu (15/1/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

Harga Sawit Indonesia Mulai Naik, Berikut Rincian Harganya Sesuai Umur: Januari 2020 (Riau & Medan)

TRIBUNPEKANBARU.COM - Importir crude palm oil (CPO) atau minyak mentah sawit di India sepakat untuk secara efektif menghentikan semua pembelian sawit dari pemasok mereka dari Malaysia.

Meski tidak diungkapkan secara resmi, Pemerintah India telah menganjurkan para importir CPO untuk memboikot produk sawit asal Negeri Jiran itu.

Seruan boikot para pengusaha India itu sebenarnya dikeluarkan beberapa minggu lalu, bersamaan dengan langkah yang diambil Pemerintah India untuk membatasi impor CPO dan produk turunan sawit asal Malaysia.

Kebijakan itu dirilis setelah PM Malaysia Mahathir Mohamad mengkritik tindakan kekerasan India di Kahsmir, serta penerapan UU Kewarganegaraan baru yang dinilai diskriminatif kepada warga muslim.

"Secara resmi memang tidak ada larangan impor minyak sawit dari Malaysia, tetapi tak seorang pun mengimpor karena instruksi pemerintah," kata salah seorang pengusaha pemilik perusahaan pengolahan sawit terkemuka di India.

Kelapa sawit di area perkebunan di Pelalawan, Riau
Kelapa sawit di area perkebunan di Pelalawan, Riau (AFP PHOTO / ADEK BERRY)

Mengalihkan pembeliannya ke Indonesia

Imbasnya, para importir India mengalihkan pembeliannya ke Indonesia, meski dengan harga lebih mahal sekalipun.

"Kami bisa saja tetap mengimpor CPO dari Malaysia, tetapi pemerintah sudah memperingatkan: Jangan datang kepada kami kalau pengirimanmu macet," kata seorang importir minyak sawit yang berbasis di Mumbai.

"Memangnya siapa yang mau kalau pengirimannya macet di pelabuhan," imbuhnya.

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved