Shin Tae-yong Senang Sepakbola Praktis dengan Bola Pendek dan Sesekali Long Pass

Saat ini, Shin mengaku belum bisa menerapkan gaya sepakbola yang diinginkannya, karena masih dalam tahapan seleksi pemain.

Shin Tae-yong Senang Sepakbola Praktis dengan Bola Pendek dan Sesekali Long Pass
internet
Shin Tae-yong saat seleksi timnas U-19. 

tribunpekanbaru.com - Pemusatan latihan (TC) timnas U-19 yang dilakukan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, masih terus berjalan. TC yang diikuti 59 pemain tersebut sekaligus untuk menyeleksi pemain, yang nantinya akan diciutkan menjadi 30 pemain.

Setelah TC di Cikarang rampung, timnas U-19 rencananya akan melanjutkan latihan ke Chiang Mai, Thailand.

Shin Tae-yong selaku manajer pelatih timnas Indonesia, mengaku mulai memahami bagaimana para pemain di lapangan. Dia juga sudah punya rencana soal filosofi sepakbola yang akan ia terapkan pada tim.

"Saat ini belum bisa saya terapkan, namun saya memang suka permainan sepakbola praktis. Maksudnya mengandalkan umpan-umpan pendek dengan sesekali long pass. Tim juga harus bisa membuat pertandingan selalu menang. Sampai TC di Thailand nanti akan perbaiki semua secara perlahan-lahan," kata Tae-yong usai latihan timnas U-19, Rabu (15/1) sore.

Pada latihan itu juga dilaksanakan game internal. Tae-yong pun mencatat bagaimana pemain bersikap selama pertandingan, dan menyayangkan banyak peluang yang terbuang.

“Pertama kali yang saya lihat adalah kemampuan masing-masing pemain, dan memang pastinya dilihat juga pengorbanan diri dan daya juang mereka di lapangan. Itu yang akan terus dilihat dan dipantau hingga Jumat (17/1) ini. Namun saat ini saya tak dapat memperbaiki semua, karena ini masih dalam tahap seleksi untuk menentukan 30 orang. Berikutnya mungkin kami bisa mencari kesalahan-kesalahan yang bisa diperbaiki," tuturnya. (rin)

Bawa Perubahan
Sementara itu, Direktur Teknik PSSI, Danurwindo, optimistis kehadiran Shin Tae-yong selaku pelatih manajer timnas Indonesia, serta Gong Oh-kyun, pelatih fisik yang kini fokus di timnas U-19 akan membawa perubahan besar di timnas.

“Shin dan Gong adalah dua pelatih yang sama-sama pernah merasakan atmosfer Piala Dunia. Pengaruhnya untuk tim sangat besar. Mereka punya pengalaman menghadapi tim dunia. Memang pelatih seperti ini yang kita butuhkan,” kata mantan pelatih timnas dan Persija itu.

Sejak awal, Tae-yong selalu menyoroti fisik pemain Indonesia. Makanya, masalah fisik akan jadi urusan khusus yang coba diperbaiki sebelum melangkah ke hal yang lebih jauh. “Dalam sepakbola modern dibutuhkan fisik bagus untuk bermain stabil dari menit awal sampai akhir," tutur Danur.

Ditambahkan, Shin dan Gong akan membangun tim agar bisa bermain tempo tinggi baik dalam bertahan, transisi, ataupun menyerang. (rin)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved