DBD di Riau

DBD di Riau, Dinkes Meranti Akan Sosialisasikan Pencegahan Nyamuk Demam Berdarah Dengan Limbah

Dinkes Kepulauan Meranti akan mensosialisasikan inovasi untuk mencegah perkembangan nyamuk kepada masyarakat.

DBD di Riau, Dinkes Meranti Akan Sosialisasikan Pencegahan Nyamuk Demam Berdarah Dengan Limbah
TribunPekanbaru/Theo Rizky
FOTO ILUSTRASI - Seorang warga Pekanbaru tengah memperlihatkan jentik-jentik yang teperangkap di dalam lavitrap, Kamis (9/2/2017). Pemanfaatan lavitrap digunakan untuk mengatasi perkembangbiakan nyamuk termasuk jenis aedes aegypti penyebab demam berdarah. Perangkap tersebut berfungsi menjadi tempat nyamuk bertelur, setelah berkembang menjadi larva, kemudian larva bergerak ke dasar dan terperangkap dibawah kasa sehingga larva tersebut tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa, kalaupun menjadi nyamuk tidak akan bisa terbang lagi sehingga mati dengan sendirinya. Lavitrap sangat mudah dibuat bahkan bisa menjadi prakarya yang bermanfaat bagi para siswa sekolah. 

MERANTI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Meranti akan mensosialisasikan inovasi untuk mencegah perkembangan nyamuk kepada masyarakat.

Inovasi tersebut adalah Lavitrap (Perangkap Larva dan jentik-jentik).

Kepala Dinkes Kepulauan Meranti dr. Musti Hasanto mengungkapkan bahwa inovasi ini perlu dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menekan perkembangbiakan nyamuk.

"Ini adalah salah satu inovasi yang akan kita coba terapkan kepada masyarakat. Mungkin akan kita sosialisasikan pada pertengahan tahun," ujar Misri Senin (13/1/2020).

Misri yang genap seminggu menjabat Kadiskes ini mengungkapkan Lavitrap merupakan inovasi yang sangat mudah dilakukan dan menggunakan bahan-bahan limbah yang sering dibuang.

Lavitrap ini dikatakan Misri merupakan jebakan nyamuk yang bisa dibuat dari botol minuman bekas dan bahan lainnya.

"Lavitrap ini bisa menggunakan botol minuman bekas. Botol dipotong sekitar dua pertiga dan diisi air bersih, lalu bagian atasnya ditutup dengan kain kasa," ujar Misri.

Selain itu botol harus berwarna gelap untuk menarik perhatian nyamuk.

Apabila botol berwarna bening bisa menutupnya dengan kertas atau plastik hitam.

Lavitrap itu kemudian bisa diletakkan di sudut-sudut rumah tempat nyamuk ada. Misri mengatakan nyamuk akan hinggap di sana untuk bertelur. "Itu kenapa harus menggunakan air bersih, karena penyebar demam berdarah itu nyamuk bertina dan bertelur di air bersih," ujar Misri.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved