Berita Riau

Kasus Mutilasi Wanita Tanpa Kepala di Dumai, Polisi Tetapkan VH Sebagai Tersangka

Masih ingat dengan kasus mutilasi wanita tanpa kepala yang sempat menghebohkan warga Dumai, pada Februari 2019.

Kasus Mutilasi Wanita Tanpa Kepala di Dumai, Polisi Tetapkan VH Sebagai Tersangka
TribunPekabaru/Donny Kusuma
Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudisthira saat ekspose di Mapolres Dumai, Sabtu (18/1/2020). 
Kasus Mutilasi Wanita Tanpa Kepala di Dumai, Polisi Tetapkan VH Sebagai Tersangka
TRIBUNPEKANBARU.COMDUMAI - Masih ingat dengan kasus mutilasi wanita tanpa kepala yang sempat menghebohkan warga Dumai, pada Februari  2019.
Hampir satu tahun melakukan penyelidikan, akhirnya  kepolisian Polres Dumai yang bekerjasama dengan polda Riau  berhasil mengungkap diduga pelaku pembunuhan wanita tanpa kepala.
Polisi menetapkan ‎tersangka berinisial VH (52) diduga sebagai pelaku pembunuhan Suci Fitria (21), warga kota Pekanbaru, yang ditemukan di kelurahan Mundam Kecamatan Medang Kampai pada ‎Februari 2019 silam. 
"VA kita amankan pada  Rabu (15/1/2020) dikediamannya Kelurahan Tangkerang, Kota Pekanbaru," kata Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudisthira, Sabtu (18/1/2020) saat Pres rilisnya di Mapolres Dumai, didampingi Kasat Reskrim, AKP Dani Andika.
‎AKBP Andri mengaku, dari hasil penggeledahan dalam rumah tersangka, tepatnya di lemari pakaian dan didalam Jas milik tersangka, polisi menemukan barang bukti Jam tangan diduga kuat milik korban, setelah pihak kopolisian menanyakan kepada pihak keluarga. 
Bukan hanya itu saja, tambahnya, handphone, dan dan barang bukti kendaraan roda 4 juga berhasil diamanan dari tangan tersangka, dengan begitu untuk barang bukti sudah terpenuhi untuk menjadikan VA sebagai tersangka.
Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira mengungkapkan, hubungan tersangka dengan korban sendiri dari hasil sementara  tidak ada hubungan spesial atau lainya.
"Sampai saat ini pelaku belum mau banyak berbicara dan kita belum bisa mengetahui secara pasti motif pembunuhan yang dilakukan  tersangka terhadap korban, karena hingga saat ini tersangka tidak mengakui perbuatanya," terangnya.
Saat ditanya potongan kepala korban, Kapolres Dumai, AKP Andri mengaku hingga saat ini potongan kepala belum ditemukan, namun pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan intensif kepada tersangka. 
Dirinya mengaku, saat ini pihaknya masih mendalami kasus ini, ‎untuk tersangka sendiri akan di jerat dengan pasal 340 junto 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
"Pemeriksaan belum selesai dan masih dilakukan pengembangan apakah ada kemungkinan tersangka lainnya dibalik pembunuhan ini atau lainnya," pungkasnya.
 
Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra.
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved